Virus Corona
Kasus Omicron Melonjak, Untar Tunda Gelar Kuliah Tatap Muka Terbatas
Universitas Tarumanagara (Untar) menunda penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akibat lonjakan kasus Covid-19.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas Tarumanagara (Untar) menunda penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akibat lonjakan kasus Covid-19.
Sedianya, Untar menggelar perkuliahan campuran atau hybrid antara PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin pekan depan.
Namun ditunda hingga satu bulan ke depan demi menjaga keselamatan civitas akademika Untar.
"Kita sudah umumkan mulai hybrid tanggal 7 besok, tapi karena situasi yang masih belum terlalu oke. Kami akan tunda sampai satu bulan ke depan," ujar Rektor Untar Agustinus Purna Irawan di Kampus Untar, Jakarta, Rabu (2/2/2022).
Meski begitu, Agus mengatakan perkuliahan langsung diperbolehkan bagi mahasiswa program studi yang memerlukan praktik langsung.
Sementara perkuliahan yang lain, Agus mengatakan Untar tetap menggelar secara daring.
Baca juga: Di Tengah Lonjakan Kasus Omicron, Deretan Artis Umumkan Positif Covid-19, Siapa Saja Mereka?
"Untuk kegiatan yang sifatnya harus dilakukan, contohnya fakultas kedokteran, untuk mahasiswa senior yang akan belajar keterampilan, tentu mereka diperkenankan luring," kata Agus.
"Berapa banyak yang boleh masuk di ruangan, sudah diatur. Secara umum, perkualiahan masih online," kata Agus.
Untar juga mengadakan vaksinasi booster untuk mahasiswa, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, keluarga karyawan Untar dan juga masyarakat sekitar.
Baca juga: Gejala Omicron pada Orang yang Sudah Divaksin dan Belum hingga Cara Membedakan dengan Flu Biasa
Pelaksanaan vaksinasi ini, kata Agus, dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan PTM terbatas
"Kalau bisa segera booster dulu supaya siap untuk bisa hybrid. Karena kalau sudah hybrid banyak mahasiswa yang datang, kalau tidak kita lindungi tentu akan jadi masalah kita bersama," ujar Agus.
Vaksinasi ditujukan pada sentra vaksinasi penguat tersebut diselenggarakan selama tiga hari dengan kuota sebanyak 600 dosis per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prof-agustinus.jpg)