Minggu, 31 Agustus 2025

Kecelakaan Maut di Cibubur

Haru Keluarga Jemput Jenazah Korban Kecelakaan di Cibubur, Pamit Cium Tangan Orang Tua Jadi Kenangan

Suasana duka mengiringi sanak keluarga yang datang menjemput jenazah korban kecelakaan truk tangki Pertamina yang remnya diduga blong.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Bima Putra
Proses penyerahan jenazah Pasutri Muham­mad Sirat (41) dan Sugiyatmi (38) di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2022). 

Orangtuanya juga sudah nangis- nangisan saya digedor-gedor.

Saya pikir kenapa nih belum pulang," kata Riyad di RS Polri Kramat Jati, Selasa (19/7/2022).

Pihak keluarga baru mengetahui petaka yang dialami Ruslan ketika mendapat informasi adanya jenazah di Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati yang belum teridentifikasi.

Setelah mendapat informasi Riyad dan sejumlah anggota keluarga lain bergegas mendatangi RS Polri Kramat Jati mengurus pengambilan jenazah, namun tanpa memberi tahu sang ibu.

"Bapak sudah meninggal, sisa ibu saja tapi takutnya serangan jantung kalau kita kasih tahu mendadak. Tapi insyaallah gak kalau kita kasih tau baik-baik. Kita sih nanti ngabarinnya," ujar Riyad.

Baca juga: 9 Korban Kecelakaan Maut di Cibubur Berhasil Diidentifikasi oleh Pihak RS Polri Kramat Jati

Riyad menuturkan Ruslan meninggalkan seorang istri dan seorang anak berusia 10 tahun yang tinggal di kawasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang belum mengetahui kabar duka.

Rencananya setelah dinyatakan teridentifikasi berdasar pencocokan data antemortem (sebelum kematian) dan postmortem (setelah kematian) jenazah Ruslan dimakamkan di Jakarta Barat.

"Rencana mau dimakamin dekat keluarga juga sih dekat kakeknya juga sih. Di Ciseeng, Batusari, Jakarta Barat," tuturnya.

Gelagat tak biasa saat cium tangan orang tua

Lebih lanjut Riyad mengungkap gelagat aneh kakaknya sebelum berangkat.

Menurutnya, keluarga terakhir berkomunikasi dengan korban pada Senin sebelum kejadian untuk berangkat kerja sebagai kurir, kala itu Ruslan menyempatkan diri berpamitan dengan kedua orangtua.

"Tumben-tumbenan cium tangan, biasanya enggak. Itu yang jadi orangtua heran.

Orangtua 'oh iya mamah doain, hati-hati di jalan'. Kerja kurir mengantar (barang) ke dokter-dokter gigi begitu," ujarnya.

Riyad menuturkan sejak Senin malam pihak keluarga memang kehilangan kontak dengan Ruslan, namun baru pada hari ini mereka mendapat informasi petaka yang menimpa korban.

Guna keperluan identifikasi, pihak keluarga pun membawa sejumlah data sidik jari korban semasa hidup pada sejumlah dokumen yang merupakan data antemortem identifikasi.

Halaman
1234
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan