Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Saksikan Pemotongan Kabel Semrawut di Depan Pasar Mampang

Anies Baswedan menyaksikan secara langsung pemotongan mandiri kabel udara yang semrawut di depan Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Larasati Dyah Utami
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyaksikan secara langsung pemotongan mandiri kabel udara yang semrawut di depan Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyaksikan secara langsung pemotongan mandiri kabel udara yang semrawut di depan Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2022).

Pemotongan 58 kabel fiber udara yang berasal dari 39 operator jaringan telekomunikasi dilakukan mandiri oleh perwakilan operator dibantu petugas dari Bina Marga DKI Jakarta.

Anies Baswedan mengatakan Jakarta secara terus-menerus melakukan perbaikan menuju sebuah kota global modern yang penataan infrastrukturnya harus berjalan dengan efisien dan efektif.

Menurutnya kabel-kabel di udara selain mengurangi estetika kota juga merupakan masalah yang dibiarkan sudah sejak lama.

"Sesungguhnya ini bukanlah sebuah pengelolaan yang baik dan benar. Karena itu DKI melakukan pembangunan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT) di bawah tanah," kata Anies saat konferensi pers.

Baca juga: Ganggu Estetika Kota, Anies Sebut Kabel-kabel yang Bergelantungan di Atas Jalan Seperti Bakmi Hitam 

SJUT di bawah permukaan tanah memiliki bangunan pelengkap, yaitu manhole atau bangunan pelengkap SJUT berupa ruang di bawah tanah yang berukuran besar untuk penempatan jaringan utilitas dan dapat dimasuki orang dan handhole atau bangunan pelengkap SJUT berupa ruang di bawah tanah yang berukuran kecil untuk penempatan jaringan utilitas ke arah pelanggan.

Anies mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui BUMD bersama dengan Bina Marga menyiapkan infrastruktur berupa penyelenggaraan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu.

Harapannya dengan ini para operator bisa secara mandiri melakukan pemotongan dan selanjutnya dibangun di bawah menggunakan SJUT yang sudah disiapkan Pemprov.

Baca juga: Masa Jabatan Anies Baswedan Segera Berakhir, Siapa Sosok Pengganti Posisi Pj Gubernur DKI?

"Yang terjadi hari ini bukan Pemprov, bukan saya, atau kepala dinas yang melakukan pemotongan tapi para operatorlah yang melakukan pemotongan. lalu nanti kabel-kabel ini akan dibangun kembali di bawah tanah dalam sebuah sistem yang kita biasa sebut ducting system atau SJUT," ujarnya.

Penataan kabel udara menurutnya penting dilakukan untuk memberikan lingkungan yang lebih kondusif pada utilitas dan pengguna jalan.

Sementara itu, penyediaan SJUT memberikan kemudahan dan kecepatan bagi operator dalam melakukan penarikan kabel utilitas kepada pelanggannya masing-masing tanpa harus melanggar peraturan.

Hal ini untuk menghindari kesemrawutan kabel bawah tanah dan penggalian yang dilakukan secara bergantian yang menyebabkan kemacetan serta terganggunya pejalan kaki di trotoar.

"Menjadi diatur sekarang di bawah tanah tapi rapi, efeknya mengurangi kemacetan dan tingkatkan estetika kota sehingga pemandangan menjadi lebih rapi karena sudah disiapkan SJUT di bawah," ujarnya.

Total panjang ruas jalan penugasan SJUT adalah ±115 kilometer pada 32 ruas jalan yang terbagi dalam 22 ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan dan 10 ruas jalan di wilayah Jakarta Timur.

Namun, Anies menargetkan seluruh kota bisa berubah menjadi kawasan dengan SJUT.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved