BBM Bersubsidi

Polisi Kerahkan Empat Ribu Personel Antisipasi Pengamanan Demo Kenaikan Harga BBM

Pihak kepolisian menurunkan empat ribu personel di sembilan titik untuk antisipasi pengamanan demo kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (5/9/2022)

Editor: Johnson Simanjuntak
Warta Kota/YULIANTO
ilustrasi.Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara melakukan demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022). Massa aksi mahasiswa? melakukan aksi demo sambil membawa keranda mayat yang tertempel para foto Menteri seperti Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Pertamina Nicke Widyawati. Warta Kota/YULIANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian menurunkan empat ribu personel di sembilan titik untuk antisipasi pengamanan demo kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (5/9/2022). 

"Ada empat ribuan," kata Kabaops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Saufi Salamun saat dihubungi pihak wartawan.

Demo dilakukan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) beserta dengan elemen masyarakat. 

Wasekjen Pengurus Besar PB PMII Robiatul Adawiyah menyebutkan akan ada 3.000 kader yang ikut dalam demonstrasi. Pihaknya berencana geruduk istana.

Berdasarkan pamflet di media sosial, PB PMII bakal menyuarakan empat tuntutan dalam demo hari ini.

Baca juga: Pembatasan Pembelian BBM Lewat MyPertamina Tetap Dilakukan Meski Harga Sudah Naik

Pertama, menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Kedua, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM.

Ketiga, mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran.

Keempat, mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved