BBM Bersubsidi
Tarif BBM Naik Cekik Ekonomi, Aliansi Ojol Demo di Kawasan Patung Kuda
Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dari beragam aliansi pengemudi ojek online (ojol) melakukan aksi demo di kawasan Patung Kuda, Monas, Jumat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dari beragam aliansi pengemudi ojek online (ojol) melakukan aksi demo di kawasan Patung Kuda, Monas, Jumat (9/9/2022).
Aksi ini akibat dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dirasa oleh para pengemudi ojol membuat pihaknya semakin tercekik dari sisi ekonomi.
"Kenaikan harga BBM sebesar 30 persen setelah masyarakat harus jatuh bangun melewati pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir jelas. Sangat membuat penderitaan masyarakat kian panjang dan terpuruk," ujar Koordinator Aksi Dani Stefanus kepada awak media
Dani menambahkan, BBM merupakan elemen penting bagi pengemudi ojol yang dalam keseharian mencari nafkahnya.
Sehingga tentu pihaknya sangat tergantung dengan suplai dan harga BBM.
Selain itu, naiknya harga BBM ini juga tidak sebanding dengan besarnya potongan yang dilakukan oleh aplikator sebesar 20 persen. Sehingga keuntungan bersih yang didapat oleh pengemudi ojol menjadi sedikit.
"Enggak bisa, kalau aplikator untung 15 persen, pertanyaannya hak kami ojol berapa persen? Motor kami, bensin kami yang bayar, perawatan motor kami, jaket bayar, kalo aplikator boleh ambil untung 15 persen jadi berapa hak temen Ojol," ujar Dani.
Oleh karena itu para massa aksi inimenolak keras kenaikan harga BBM.
Pihaknya juga meminta pemerintah harus mengkaji ulang kenaikan harga BBM yang sangat memberatkan bagi pengemudi ojek online dan masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa Ajak Masyarakat Ikut Konsolidasi Demo Tolak Kenaikan BBM Tanggal 13 September Mendatang
Seperti diketahui, pemerintah akhirnya buka suara soal simpang siur harga BBM subsidi yang disebut-sebut bakal naik atau tidak lagi disubsidi.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan harga BBM bersubsidi telah disesuaikan.
Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter. Solar Subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Kemudian Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.
Harga ini mulai berlaku sejak Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ojol-demo-bbm-naik-patung-kuda-nih3.jpg)