Selasa, 21 April 2026

Andy Baramuli Ternyata Penulis Novel Detektif Berjudul 'The Deadly Violin Five Detectives Quest'

Sosok kakeknya berpengaruh besar dalam kehidupan Andy Baramuli karena mengajarkan berbagai banyak hal tentang kehidupan.

Editor: Toni Bramantoro
Dok. pribadi
Andy Baramuli Ternyata Sang Penulis Novel Detektif Berjudul 'The Deadly Violin Five Detectives Quest' 

“Korupsi di Indonesia menurut saya sudah memasuki level perampokan dimana apa yang dianggarkan bisa 50-80 persen -nya dikorupsi dari total proyek. Seperti kasus BTS Kominfo yang total anggarannya 10 triliun tapi yang dikorupsi hingga 8 triliun lebih,” ujar Andy.

“Lalu juga kasus E-KTP yang total anggaran 5 triliun tapi karena dikorupsi kerugian negara dari proyek E-KTP mencapai setengahnya. Ini sudah menghawatirkan dan di luar akal sehat,” papar Andy.

Sebagai generasi muda yang saat ini berusia 31 tahun, Andy ingin di masa yang akan datang bisa memberikan kontribusi untuk bisa lebih memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Andy menginginkan lingkungan di Kota Jakarta bisa lebih baik dan menjadi tempattinggal yang ramah untuk masyarakat tinggal di dalamnya.

“Saya hidup di Jakarta ingin sekali melihat Kota Jakarta jadi kota yang bersih. Mulai dari lingkungan air sungainya hingga taman dan perkantoran. Saya juga ingin sekali bisa membuat kebijakan taman vertikal yang sudah banyak dilihat di jalanan tapi menurut saya masih kurang,” harap Andy.

NOVEL PERTAMA ANDY

Selain berkiprah di dunia politik ternyata Andy juga seorang penulis novel detektif. Sebuah kombinasi langka dari seorang politikus yang juga seorang penulis.

Novel detektif berjudul 'The Deadly Violin Five Detectives Quest' (2012) merupakan buku yang ditulisnya saat masih kuliah.

Berkat menabung dari hasil menulis novel dan naskah skenario, Andy bisa melakukan hobi travellingnya ke seluruh dunia dan tempat-tempat Indah di Indonesia seperti NTB, Bali, Tana Toraja, Bunaken, Bintan Riau, Surabaya, Yogyakarta, Medan, dan Bandung.

Andy banyak travelling ke luar negeri mengunjungi tempat-tempat yang dingin sepertidi Eropa. Total sudah 23 negara lebih yang dikunjungi Andy demi hobi travellingnya.

“Sejak kecil saya hobi membaca khususnya cerita novel, jadi sempat terpikirkan untuk membuat novel cerita detektif yang bagus. Saat itu novelis Indonesia kebanyakan menulis ceritadrama dan percintaan. Saya akhirnya memutuskan menulis sendiri naskah novel tersebut di umur 18 tahun dan alhamdulillah ada publisher yang menerima naskah saya dan menerbitkannya saat saya berumur 20 tahun,” cerita Andy tentang buku pertamanya.

Menurut Andy buku novel pertamanya yang bergenre detektif, berkisah tentang cerita fiksi entertainment. Buku novel terbitan Visi Media itu diterbitkan pertama kali pada tahun 2012, sampai sekarang bukunya masih tetap tersedia di pasaran.

“Saat itu saya beruntung karena banyak sekali teman-teman yang memberi masukan danmenjadi pembaca yang sangat baik untuk cerita di buku saya sehingga The Deadly Violin menjadi novel bestseller di tahun 2012,” ungkap Andy.

Andy berpesan pada calon penulis muda untuk lebih banyak membaca buku, kunci seorang penulis adalah dari bacaannya,

“Untuk bisa menghasilkan karya cemerlang penulis harus hobi membaca karena membaca adalah kunci menjadi seorang penulis,” pesan Andy kepada kawula muda

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved