7 Mayat Mengapung di Bekasi
7 Korban Tewas di Kali Bekasi Masih Mr X, Kakek Minta Jenazah Si Yatim Piatu Segera Dipulangkan
Meskipun mengaku telah ikhlas menerima kepergian Rizky, kegelisahan di raut wajahnya tak bisa ditutupi. Bagaimana tidak, ia yang mengasuh sang cucu
Penulis:
Ibriza Fasti Ifhami
Editor:
Acos Abdul Qodir
Namun, teman korban Muhammad Rizky, Rizky (22) alias Mongkak, menyebut kawannya itu tidak pergi untuk melakukan tawuran. Melainkan, ingin menghadiri acara perayaan ulang tahun seorang temannya.
Hal itu sebagaimana kesaksian Mongkak, yang sempat bertemu temannya itu di depan kediamannya, pada Jumat (20/9/2024) tepatnya sekira pukul 20.00 WIB.
Baca juga: Video Terkuak Kebohongan Aep di Kasus Vina, Fransiskus Terima Tantangan Jaksa Jati di Sidang PK
Saat itu, Mongkak sempat menolak ajakan korban Muhammad Rizky yang kerap dipanggilnya dengan sapaan "Babon" untuk ikut menghadiri suatu acara perayaan ulang tahun yang digelar temannya.
Apalagi, katanya, Mongkak tidak mengetahui siapa sosok teman dari Babon yang mengadakan acara ulang tahun itu.
Mongkak kemudian menceritakan saat ia dan kakak kandung laki-laki dari korban pergi ke RS Polri Kramat Jati untuk memastikan keberadaan Muhammad Rizky di antara tujuh jenazah yang dikabarkan ditemukan polisi dalam keadaan tewas di Kali Bekasi.
Hal itu dilakukan lantaran pihak keluarga korban meminta bantu kepada Mongkak untuk mencari tahu keberadaan Rizky yang belum kunjung pulang ke rumah. Terlebih, dua hari sebelum penemuan tujuh mayat di Kali Bekasi itu, Mongkak dan Rizky sempat bertemu.
Sesampainya di RS Polri, Mongkak mengatakan, pihak rumah sakit tidak mengizinkannya melihat langsung jenazah. Melainkan, hanya diperlihatkan foto-foto jenazah-jenazah yang ada.
Mongkak meyakini satu dari tujuh jenazah korban yang ditemukan di Kali Bekasi tersebut merupakan Muhammad Rizky alias Babon, sahabatnya.
Menurutnya, pakaian yang dipakai satu di antara tujuh jenazah tersebut sama seperti yang dikenakan Babon saat hendak pergi menghadiri acara temannya, sehari sebelumnya.
Keberadaan jaket yang dikenakan jenazah diduga Babon itu menjadi satu-satunya tanda yang meyakinkan Mongkak. Sebab, katanya, sulit untuk mengenali jenazah pada foto tersebut hanya dari wajah.
Hal itu lantaran kondisi wajah dari jenazah yang sudah tidak memungkinkan untuk dikenali.
"Pokoknya saya merhatiin almarhum doang sih. Soalnya kan almarhum izin perginya sama saya, sekalian ngajak juga. Soalnya kan jaketnya belinya bareng sama saya itu," ucapnya.
Baca juga: Kronologi Ricuh Pasca-Laga Persib vs Persija: Bobotoh Turun dari Tribun, Lempar Kursi ke Steward
Hal serupa juga diungkapkan Yanti (44), kakak kandung Ahmad Dafi (16) diduga menjadi satu dari enam korban lainnya dalam persitiwa tersebut. Ia menyebut, dalam kesehariannya, Dafi adalah sosok anak yang tidak pernah ikut dalam aksi tawuran terlebih ikut dalam sebuah geng motor.
Yanti mengatakan, terakhir, adik bungsunya itu pamit pergi bersama anak tetangga bernama Rizky menggunakan motor Honda Vario warna merah muda.
Menurutnya, Dafi hendak pergi ke acara makan-makan dengan teman-temannya.
“Enggak pernah masuk geng motor. Anak rumahan. Terakhir kesibukannya nganterin paketan jualan baut,” kata Yanti, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Berdasarkan keterangannya, pada Sabtu (21/9/2024) pukul 02.00 WIB, whatsapp Dafi masih bisa dihubungi serta chat-nya masih ceklis dua.
7 Mayat Mengapung di Bekasi
Kronologis Lengkap Peristiwa Pembubaran Pemuda di Bedeng Kali Bekasi Sebelum Penemuan 7 Mayat |
---|
Dua Tersangka Pembawa Senjata Tajam di Kasus Temuan 7 Jasad di Kali Bekasi Masih Proses Penyidikan |
---|
Tim Puslabfor Polri Temukan Kandungan Alkohol di Organ Tubuh Tujuh Mayat Kali Bekasi |
---|
Berkas Satu Tersangka Terkait Kasus Penemuan Tujuh Mayat di Kali Bekasi Dinyatakan P21 |
---|
Hasil Pemeriksaan Toksikologi Forensik 7 Mayat Remaja di Kali Bekasi: Positif Konsumsi Alkohol |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.