Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilgub DKI Jakarta

Debat Pilkada Jakarta, Adu Strategi 3 Paslon untuk Ramaikan Lagi Pasar Tanah Abang

Ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur telah beradu gagasan pada debat kedua Pilkada Jakarta 2024, Minggu (27/10/2024) malam. 

Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Sri Juliati
WARTA KOTA/YULIANTO
Sejumlah pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Saat tiba akan melakukan debat kedua Pilkada di Beach Ancol Internasional Stadium, Jakarta Utara, Minggu (27/10/2024) - Ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur telah beradu gagasan pada debat kedua Pilkada Jakarta 2024, Minggu (27/10/2024) malam. 

"Salah satu visi Rido adalah membuat Jakarta menjadi kota festival."

"Sehingga untuk mempromosikan Tanah Abang maka kita bisa membuat Festival Tanah Abang secara internasional, meramaikan secara bulanan, tahunan, mingguan sehingga aktivitas fisik dari manusia bisa datang lagi ke sana," katanya. 

Terkait permodalan, Bank DKI bisa mengambil peran dengan memberikan modal kepada pedagang Tanah Abang.

"Bank DKI tentu akan diperintahkan untuk memberikan permodalan seluas-luasnya untuk Tanah Abang," tuturnya. 

Dharma-Kun 

Sementara itu, pasangan nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardhana akan menggunakan program unggulannya, yakni Getuk Tular Adab. 

Dharma mengatakan, Getuk Tular Adab adalah suatu sistem ekonomi adab yang menjadi pusaran ekonomi Jakarta.

"Kenapa Unggul? Karena hanya dengan di rumah saja ekonomi akan masuk ke pundi-pundinya,"  kata Dharma dalam debat kedua, Minggu (27/10/2024).

Dharma mengungkapkan, pandemi Covid-19 menjadi biang kerok dari penurunan pengunjung di pasar Tanah Abang.

Ia meyakini, jika tak ada pandemi, maka ekonomi Jakarta akan melejit dan tidak ada pabrik yang tutup.

"Seandainya tidak ada pandemi, maka ekonomi akan terbang jauh terbang tinggi, gara-gara pandemi terjadilah deflasi," ujarnya.

"Deflasi akibatnya banyak pabrik yang ditutup, itu adalah efek pandemi pada produsen, barang hilang dari pasaran, kalau pun tersisa, harganya mahal,"imbuhnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dharma pun meyakini program Getuk Tular Adab bisa menjadi solusi.  

Ia menyebut melalui program tersebut, nantinya masyarakat Jakarta bisa bekerja di rumah dan mengisi aplikasi yang sudah disediakan.

"Jadi solusinya apa? Program 'Getuk Tular Adab' akan menjawab semua masalah ekonomi di Jakarta dengan hanya bekerja dari rumah, mengisi aplikasi yang sudah kami siapkan dalam sistem blockchain," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan