Minggu, 31 Agustus 2025

Polisi Kembali Tangkap Satu Mahasiswa Buntut Demo Ricuh di Depan Gedung Balai Kota Jakarta

Reonald mengatakan, usai ditangkap MAA pun langsung ditahan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Metro Jaya.

|
HO/TRIBUNNEWS.COM
DEMO RICUH - Aksi unjuk rasa elemen mahasiswa Universitas Trisakti berujung pada kericuhan di depan Gedung Balai Kota Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2025). Polisi kembali menangkap satu mahasiswa terkait demonstrasi ricuh yang terjadi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi kembali menangkap satu mahasiswa terkait demonstrasi ricuh yang terjadi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan, satu mahasiswa itu yakni berinisial MAA dan ditangkap di daerah Cibitung, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (24/5/2025) dini hari.

Baca juga: Amnesty Minta Penangguhan Penahanan 16 Mahasiswa Trisakti Usai Demo Ricuh di Balai Kota DKI

"MAA tadi pagi sudah diamankan di daerah Kecamatan Cibitung pukul 00.18 WIB," kata Reonald saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (24/5/2025).

Lebih jauh Reonald mengatakan, usai ditangkap MAA pun langsung ditahan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Metro Jaya.

"Saat ini sudah di Tahti, ditahan," ucapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkapkan sebanyak 16 mahasiswa Universitas Trisakti telah ditetapkan sebagai tersangka terkait demo ricuh di Balai Kota Jakarta.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2025).

"Jadi dari 93 yang diamankan, 16 orang ditetapkan sebagai tersangka, 15 diantaranya yang merupakan bagian dari 93, kemudian satu orang yang bukan merupakan bagian dari 93 yang diamankan," ujarnya.

Kombes Ade Ary menuturkan satu orang tersangka sedang dilakukan pengejaran yaitu inisial MAA.

Polisi juga memastikan seluruh orang yang ditangkap setelah insiden bentrokan dengan petugas berstatus mahasiswa.

Baca juga: Polisi Ungkap Mahasiswa Trisakti Sempat Mengadang Mobil Pejabat Negara Saat Ricuh di Balai Kota

"Ada yang menggunakan jaket almamater, dan ada yang menggunakan seragam Satgab dari universitas yang bersangkutan," papar Ade Ary.

Sebelumnya polisi telah melakukan cek urine terhadap 93 mahasiswa Trisakti di mana hasilnya didapati sejumlah mahasiswa positif narkoba.

"Hasil tes urine 3 di antaranya itu positif mengandung THC, THC itu adalah tetrahydrokanabinol atau jenis kandungan yang ada pada kanabis sativa atau ganja," ucapnya Ade Ary.

Ketiga mahasiswa itu selanjutnya diserahkan kepada Direktorat Researse Narkoba Polda Metro Jaya untuk dilakukan pendalaman. 

Kombes Ade Ary berujar sampai dengan saat ini proses pendalaman masih berlangsung.

Adapun dari ketiga mahasiswa yang terbukti positif ganja juga ditetapkan tersangka yaitu inisial ZFP. 

"Jadi ZFP merupakan bagian dari tiga orang yang urin positif, kemudian ZFP juga menjadi tersangka di kasus pemeroyokan, pemerusakan, dan seterusnya," pungkasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun.

Selanjutnya, Pasal 212, 216 dan 218 KUHP tentang tindak pidana melawan petugas dengan ancaman pidana ada yang 1 tahun hingga ada yang 4 bulan.

Baca juga: Amnesty Minta Penangguhan Penahanan 16 Mahasiswa Trisakti Usai Demo Ricuh di Balai Kota DKI

Terobos Gerbang

Aksi unjuk rasa elemen mahasiswa Universitas Trisakti berujung pada kericuhan di depan Gedung Balai Kota Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2025).

Plt Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Ipda Ruslan menuturkan bahwa mulanya sejumlah mahasiswa Trisakti sedang memperingati Hari Reformasi Nasional.

Menurutnya, massa aksi mahasiwa Trisakti dari kampus mulanya menuju jalan Kebon Sirih kemudian belok kiri jalan Agus Salim lalu mokom (mobil komando).

Beberapa massa aksi belok kanan jalan Merdeka Selatan dengan lawan arah menuju Balai Kota.

"Dua orang mahasiswa menggunakan sepeda motor menerobos masuk pintu gerbang Balai kota sehingga terjadi keributan dan pengeroyokan terhadap tujuh anggota Polri," ucapnya kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).

Dari rekaman CCTV terlihat massa mahasiswa dan aparat bertikai di depan pagar.

Petugas pengamanan dari Balai Kota juga menutup pintu agar puluhan mahasiswa tidak masuk ke dalam.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP M. Firdaus menuturkan bahwa massa melakukan penyerangan hingga mengakibatkan tujuh anggota terluka.

"Massa demo melakukan penganiayaan terhadap petugas Polri saat ini sudah dibawa ke Mapolda," ucapnya

AKBP Firdaus mengatakan sebanyak puluhan mahasiswa yang ikut aksi diamankan berikut unit sepeda motor.

"93 mahasiswa dan 43 unit sepeda motor yang diamankan dan dibawa ke Polda Metro," tuturnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan