Memori Manis ala Iurum: Awali Debut Pameran Tunggal di Indonesia
Nama Iurum dikenal di kancah seni kontemporer Asia berkat karyanya yang unik yakni miniatur berbahan resin bening yang menyerupai permen dan es krim.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Iurum, seniman Korea Selatan, memulai debut pameran tunggalnya di Indonesia melalui pameran The Brighter, the Sweeter di Kendys Gallery, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Nama Iurum mulai dikenal di kancah seni kontemporer Asia berkat karyanya yang unik yakni miniatur berbahan resin bening yang menyerupai permen dan es krim.
Namun di balik tampilannya yang manis dan mengundang senyum, karya-karya itu lahir dari perenungan mendalam tentang memori, trauma, dan harapan hidup.
Baca juga: AFFA Gelar Pameran Foto Ungkap Kondisi Ayam Petelur di Kandang Sempit
“Banyak orang mengira karya saya hanya dekoratif. Padahal saya ingin menghadirkan sesuatu yang membuat orang mengingat masa lalu dengan cara yang lebih lembut,” tutur Iurum dalam sesi pembukaan pameran belum lama ini.
Konsep artistik Iurum ia sebut Sweetch, gabungan kata Sweet dan Switch.
Lewat gagasan ini, ia berupaya mengalihkan kenangan pahit menjadi optimisme realistis.
Figur-figur mungil di dalam resin sengaja ia hadirkan sebagai simbol keterbatasan manusia—bahwa peluang dalam hidup kerap hanya seujung kuku, tapi tetap pantas dirayakan.
“Saya ingin hidup saya sendiri jadi manis. Dan kalau bisa, saya ingin orang lain juga merasakan hal yang sama saat melihat karya saya,” ujarnya.
Bagi Iurum, pilihan menggunakan resin transparan berwarna pastel bukan semata soal estetika.
Bagi dia, resin menyerupai kaca—media yang bisa membekukan waktu. Setiap objek yang ia ‘awetkan’ dalam resin seakan menjadi arsip emosi, yang tak lagi sekadar pahit melainkan terasa ringan seperti manisan.
Pameran The Brighter, the Sweeter sendiri menjadi pameran tunggal ke-10 sepanjang karier Iurum.
Namun ini kali pertama ia membawa karyanya ke Indonesia.
Ia menyebut kunjungannya ke Jakarta sebagai kesempatan memperkenalkan seni kontemporer Korea kepada audiens baru, sekaligus belajar perspektif lokal.
Menurut Denny, pemilik Kendys Gallery, kolaborasi ini bermula dari pertemuan tak sengaja dalam acara komunitas seni.
Sejak awal, Denny melihat karya Iurum tidak hanya indah, tetapi juga mengandung kepekaan yang jarang ditemui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Iurum-seniman-Korea-Selatan-1-02072025.jpg)