Minggu, 31 Agustus 2025

Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN

Sosok Eras Pelaku Penculikan Kacab Bank BUMN, Ternyata Mantan Atlet

Dari 15 tersangka, 4 diantaranya pelaku penculikan Ilham yakni AT, RS, RAH, dan EW alias Eras. 

|
Penulis: Hasanudin Aco
Istimewa via TribunJakarta.com
AKTOR PEMBUNUHAN - Empat pelaku aktor intelektual penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta diringkus Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Para pelaku ditangkap pada Minggu (24/8/2025). 

Menurut Adrianus, kliennya Eras yang mengenal F.

Kemudian F menawari pekerjaan ke F dan ketiga rekannya menjemput paksa Ilham Pradipta.

Eras dijanjikan uang puluhan juta rupiah (sekitar Rp 50 juta) sebagai imbalannya.

Dia membantah Eras dan kawan-kawan adalah penculik bayaran.

Katanya Eras melakukan itu semata-mata karena kebutuhan atau motif ekonomi.

Adrianus juga mengungkap profesi sebenarnya dari Eras dan tiga rekannya.

"E yang saya mau bicara di sini, bahwa Eras ini adalah sebelumnya kickboxer atau atlet kickboxing," kata Adrianus dalam perbincangan di channel YouTube @Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

Menurut Adrianus, Eras juga bekerja sebagai petugas keamanan serta debt collector.

"Pekerjaan utama juga itu, sebagai keamanan. Dan mereka juga sebagai debt collector begitu," ungkap Adrianus.

Pekerjaan sampingan pelaku

Saat ditanya apakah Eras dan ketiga rekannya bekerja di satu instansi atau perusahaan dalam profesinya sebagai keamanan dan debt collector, Adrianus mengaku tidak.

"Untuk bekerja di satu instansi tidak tapi mereka profesional," ujar Adrianus.

Adrianus mengatakan Eras kaget saat mengetahui orang yang dijemput paksa dan diserahkannya ke kelompok lain, ternyata meninggal dunia.

Menurut Adrianus, Eras dan rekan-rekannya ini tidak tahu menahu soal rencana pembunuhan atas korban.

"Di kesempatan yang baik ini, karena ada permintaan dari keluarga besar, yang pertama bahwa kami memohon maaf atas peristiwa yang sudah terjadi ini. Kami berbela sungkawa dan kemarin Eras sampai menangis, menitikkan air mata di depan penyidik bahwa dia sangat menyesal menerima pekerjaan ini," kata Adrianus.

"Jadi tentu setelah eras menyesali juga ia meminta permohonan maaf dari keluarga korban," tambahnya.

Keluarga tak kenal pelaku penculikan

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan