Hadiri Pertemuan Kadin, Atta Ul Karim Bawa Misi Kolaborasi Indonesia dan Pakistan
Atta Ul Karim ikuti forum Kadin K-MED di Jakarta, dorong kerja sama Indonesia–Pakistan dan peningkatan skill tenaga kerja matang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Setelah resmi menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), kini Atta Ul Karim mengikuti acara Kadin Indonesia – Monthly Economic Diplomacy Breakfast (K-MED) yang digelar di hotel Aryaduta Jakarta pada Jumat (12/9/2025).
Forum bulanan yang hadir sebagai wadah konektivitas dan interaksi strategis antara dunia usaha dan jejaring internasional ini juga dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, S.T., M.T., PH.D. Yassierli didapuk sebagai pembicara atau tamu utama dalam pertemuan bulanan Kadin ini.
Dalam pembicaraannya, Menteri Yassierli menganjurkan pentingnya memiliki keahlian yang bermanfaat dan dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya bagi mereka yang sudah berusia matang.
"Bagi mereka yang usianya di atas 35 tahun, kalian harus punya skill. Sehingga di mana pun kalian berada, di negara mana pun kalian pergi, skill itu bisa berguna," kata Yassierli.
Selain itu Yassierli juga menjelaskan bahwa selain Kadin yang sering bekerja sama dengan pihak luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan juga banyak sekali memiliki hubungan kerja sama dengan dunia internasional.
"Kita ini sering adakan kerja sama antar negara dalam bidang ketenagakerjaan, sehingga jika SDM (sumber daya manusia) kita terlatih dan ada kebutuhan, bisa langsung kita kirim." jelas Menteri Yassierli.
Terkait kerja sama dengan luar negeri, pengusaha Atta Ul Karim yang ikut bergabung di Kadin sebagai Komite Bilateral Indonesia-Pakistan memiliki harapan agar dua negara ini memiliki banyak kerja sama di berbagai bidang terlebih lagi khususnya di bidang perdagangan. Terlebih lagi Atta sangat memahami karakter dan budaya dari kedua negara ini.
"Saya lahir dan besar di Pakistan, kemudian hijrah dan pindah kewarganegaraan di Indonesia. Dengan bekal memahami kultur kedua negara, saya membawa misi untuk keberadaan saya di Kadin bisa bermanfaat bagi kedua negara ini," kata Atta.
Selain itu Atta secara eksplisit menyampaikan keterbukaannya menjadi jembatan yang baik untuk kedua negara ini.
"Melalui Kadin, saya siap jadi jembatan yang baik untuk kedua negara," bebernya.
Atta mengatakan pertemuan bulanan ini sangat bagus, sesuai tradisi Indonesia yang suka silaturahmi dan bermanfaat untuk banyak orang.
"Saya senang bisa terlibat langsung," pungkas Atta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/FOTO-Komite-Bilateral-Indonesia-Pakistan-Kadin-Atta-Ul-Karim.jpg)