Senin, 18 Mei 2026

Universitas Sahid Tanggapi Anita Tumbler: Tidak Menyelesaikan Studi, Bukan Termasuk Alumni

Anita Dewi bekerja di sebagai finance supervisor. Kelompok perusahaan ini bergerak di berbagai sektor, termasuk pelayaran, pertambangan

Tayang:
Penulis: Erik S
Tribunnews.com/Dok Tribunnews/Instagram Universitas Sahid
KASUS TUMBLER HILANG - Alvin, suami Anita Dewi, perempuan warga Tangerang Selatan yang kehilangan tumbler atau botol minumnya di KRL Commuter Line hingga viral di media sosial berpelukan dengan Argi, petugas KRL yang menemukan tasnya yang tertinggal beserta tumbler di dalamnya. Pertemuan mediasi di kantor KAI Wisata di Stasiun Gondangdia, Jakarta, Kamis (27/11/2025) malam oleh perwakilan manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero). 
Ringkasan Berita:
  • Anita Dewi sebelumnya bekerja sebagai finance supervisor di grup Daidan
  • Anita Dewi kuliah di Universitas Sahid, jurusan manajemen
  • Kasus yang menimpa Anita dan petugas KRL berakhir damai melalui mediasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Sosok Anita Dewi Lestari menjadi nama yang diperbincangkan karena tumbler atau botol minuman miliknya tertinggal di KRL Commuter Line.

Anita Dewi mengatakan tumbler merk tuku tersebut tertinggal di cooler bag di bagasi KRL. Namun dia lupa mengambilnya saat turun di Stasiun Rawabuntu, Tangerang Selatan, Banteng.

Cooler bag tersebut sebenarnya kembali kepada Anita. Namun, Anita mengaku tumbler miliknya tidak ada lagi di dalam. Akibatnya, petugas yang menemukan cooler bag tersebut sempat diberitakan dipecat PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca juga: Kisruh Tumbler Anita Hilang di Kereta Selesai Lewat Mediasi, Argi Tidak Dipecat KAI

Siapa Anita Dewi?

Anita Dewi bekerja di sebagai finance supervisor. Kelompok perusahaan ini bergerak di berbagai sektor, termasuk pelayaran, pertambangan (batubara dan nikel), dan jasa asuransi. 

Karena kasus tersebut, Anita disebut telah dipecat dari perusahannya.

Lewat surat terbuka, pihak perusahaan menyebut telah melakukan investifasi menyeluruh sebelum mengambil keputusan. 

"Kami turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan angkutan publik tersebut, dan sangat mengapresiasi, setiap tindakan empati dan solidaritas, berkaitan dengan kasus ini," tulis perusahaan dalam pernyataannya. 

 Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa tindakan Anita yang memicu polemik tak mewakili budaya kerja maupun nilai perusahaan. 

"Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah tindakan yang tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan. 

Pihak Daidan Utama menyatakan bahwa pihaknya telah menerima berbagai laporan mulai dari percakapan Threads sampai dorongan publik terkait pemberian sanksi.
 
"Kami telah melakukan proses investigasi mengenai peristiwa ini dan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku."

"Dengan ini kami ingin menginformasikan banhwa per tanggal 27 november 2025 ybs (Anita) sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami," tulisnya.

Baca juga: Tumbler Miliknya Hilang, Anita Dewi Akhirnya Minta Maaf setelah Picu Kegaduhan

Berdasarkan penelusuran, Anita pendidikan di Universitas Sahid, jurusan manajemen namun tidak selesai.

Jawaban Universitas Sahid

Universitas Sahid kemudian memberikan penjelasan terkait status Anita melalui unggahan Instagram resminya @universitas.sahid.

Dalam keterangan itu, secara tegas Anita Dwi Lestari bukanlah mahasiswa aktif maupun lulusan Universitas Sahid.

"Yang bersangkutan BUKAN mahasiswa aktif dan BUKAN lulusan Universitas Sahid," tulisnya.

Berdasarkan penelusuran internal kampus, Anita Dwi Lestari memang sempat  terdaftar sebagai mahasiswi, hanya saja hanya tercatat aktif di beberapa semester dan tidak menyelesaikan studi, sehingga bukan termasuk alumni Universitas Sahid.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Sahid Nomor: 109/USJ-01/A-50/2022 tentang Pemberhentian Mahasiswa Habis Masa Studi dan yan Tidak Memenuhi Ketentuan Akademik Semester Genap Т.А. 2021/2022.

Baca juga: Tumbler Miliknya Hilang, Anita Dewi Akhirnya Minta Maaf setelah Picu Kegaduhan

Universitas Sahid memastikan tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas atau kejadian yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut.

"Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan institusi Universitas Sahid, demi menjaga akurasi informasi dan menghindari kesalahpahaman publik," katanya.

Sebelumnya, beredar di media sosial soal kabar petugas KAI dipecat setelah seorang penumpang mengaku kehilangan tumbler saat naik KRL Tanah Abang-Rangkasbitung.

Penumpang tersebut pun sempat mengunggah curhatan terkait kehilangan barangnya ke media sosial.

"Jadi ceritanya gini. Disclaimer aku minta maaf juga sebelumnya karena faktor lupa jadi ketinggalan coolerbag-ku di bagasi Kereta, Hari Senin pulang kerja aku naik commuter line ST Tanah Abang - Rangkas Bitung. Aku turun di St Rawa Buntu sekitar pukul 19.40. Setelah turun aku baru tersadar cooler bag ku tertinggal di bagasi commuter line," kata tulis Anitadewi dalam unggahannya di media sosial.

Profil Alvin

Kasus yang menimpa Anita tersebut juga menyorot suaminya, Alvin Harris Setiadi. Alvin memiliki akun Instagram bernama @alvinhrrs.

Dia punya 5.575 pengikut. Adapun akun yang diikutinya 1.911.

Alvin Harris Setiadi punya akun LinkedIn dengan nama sama.

LinkedIn adalah jejaring sosial profesional yang digunakan untuk membangun koneksi profesional, mencari pekerjaan, dan mengembangkan karier.

Platform ini memungkinkan pengguna membuat profil profesional, berbagi pengalaman kerja, serta terhubung dengan rekan kerja dan profesional lain di seluruh dunia. 

Alvin Harris Setiadi tercatat bekerja sebagai Quality Control (QC) di PT Infinity Investasi Indonesia sejak Juli 2023. 

QC adalah serangkaian proses sistematis untuk menguji, memeriksa, dan memantau kualitas produk atau layanan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi cacat atau ketidaksesuaian sebelum produk sampai ke konsumen, sehingga dapat memastikan kepuasan pelanggan dan menjaga reputasi perusahaan. 

Artinya, staff QC adalah karyawan yang bertanggung jawab memastikan produk atau layanan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan perusahaan.

Tugasnya meliputi inspeksi bahan baku, pemantauan proses produksi, dan pengujian produk jadi sebelum didistribusikan. Peran ini krusial untuk menjaga reputasi perusahaan dan kepuasan pelangga

Sebelumnya, Alvin Harris Setiadi pernah bekerja sebagai QC Lead di PT Cipete Maju Bersama (Jan 2020 – Jul 2023).

Alvin Harris Setiadi juga pernah bekerja sebagai barista di dua tempat: PT Dua Nuboga Nusantara (Aug 2017 – Jan 2020) dan PT Anomali Coffee (Nov 2015 – May 2016).

Saat kasus ini viral, terungkap Alvin Harris Setiadi juga bekerja di Roemah Koffie.

Baca juga: Tumbler Miliknya Hilang, Anita Dewi Akhirnya Minta Maaf setelah Picu Kegaduhan

Roemah Koffie adalah merek kopi lokal asal Indonesia yang memiliki konsep menghadirkan cerita dan budaya Indonesia melalui kopi.

Selain itu, Roemah Koffie juga menjalankan bisnis kopi dari hulu ke hilir, mulai dari roastery (penggilingan biji kopi), kafe dengan konsep Nusantara, hingga akademi untuk edukasi kopi profesional.

Di Roemah Koffie, Alvin Harris Setiadi menjabat Quality Control Expert.

Mediasi

Kasus kini berakhir damai lewat mediasi di kantor manajemen Kereta Api Indonseia (KAI) Wisata di Stasiun Gondangdia, Jakarta, Kamis (27/11/2025) malam.

Anita dan Argi, petugas passenger service Stasiun Rangkasbitung yang menemukan tumbler tersebut, saling memaafkan.

"Mediasi berjalan lancar dan damai secara kekeluargaan untuk saling memaafkan," tulis keterangan KAI, dikutip dari Instagram @commuterline, Jumat.

Pihak KAI berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama untuk saling peduli, menghargai dan bertenggang rasa satu sama lain dalam mewujudkan transportasi yang aman dan nyaman.

"Penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI Grup terhadap setiap masukan pengguna jasa kereta api, dan KAI memastikan seluruh proses pelayanan pengguna berjalan sesuai ketentuan. Tentunya KAI Commuter akan terus meningkatkan layanan kepada pengguna setia kereta api," lanjut keterangan tersebut.

Sementara itu Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin berharap melalui mediasi ini persepsi publik menjadi lebih selaras dan informasi yang beredar di media sosial dapat diluruskan.

Ia juga menegaskan tidak ada pemecatan terhadap Argi. (Tribunnews/Tribun Timur/Tribun Jakarta)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved