Kamis, 23 April 2026

Darurat Sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Tembok Jebol hingga Bau Menyengat

Sampah menggunung hingga 6 meter di Pasar Induk Kramat Jati, Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur dan menimbulkan bau tidak sedap.

Tribunjakarta.com/Bima Putra
GUNUNGAN SAMPAH - Gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati yang berada pada area tempat pembuangan sementara, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026). Gunungan sampah itu menimbulkan bau tidak sedap hingga tercium ke permukiman warga. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Sampah menggunung hingga 6 meter di Pasar Induk Kramat Jati, Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Warga sekitar yang bernama Syahrul (50) menyebut, gunungan sampah ini sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Gunungan sampah itu menimbulkan bau tidak sedap hingga tercium ke permukiman warga.

"Baunya sangat mengganggu aktivitas warga. Sangat mengganggu, apalagi anak-anak kecil seperti yang bayi itu kan kasihan harus kebauan," kata Syahrul di Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

Area TPS Pasar Induk Kramat Jati yang menjadi tempat gunungan sampah berbatasan langsung dengan permukiman warga, khususnya RW 04, Kelurahan Tengah.

Oleh sebab itu, selama gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati menumpuk, warga terpaksa menghirup bau busuk yang terbawa angin hingga ke rumah mereka.

Bau busuk makin kuat ketika proses bongkar muat sampah dilakukan armada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada area TPS Pasar Induk Kramat Jati.

"Sama kalau pas hujan itu baunya semakin tercium, karena terbawa angin sampai ke bagian belakang Pasar Induk Kramat Jati. Ya sekarang bau sayuran, buah kalau busuk bayangin saja," ujarnya.

Berlangsung Bertahun-tahun

Masalah gunungan sampah di TPS Pasar Induk Kramat Jati ini sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi, melainkan sudah berlangsung hingga bertahun-tahun.

Namun, masalah itu selalu berulang dan tak pernah ditangani secara tuntas sehingga warga kerap terdampak bau busuk.

Syahrul menyebut, sudah lima bulan terakhir sampah di area tersebut selalu menumpuk hingga beberapa meter.

Baca juga: Tangsel Darurat Sampah, Gunungan Sampah Bikin Macet, Warga: Apa Sih Kerja Pemerintah?

"Hampir ada lima bulanan lah, terlalu tinggi begini. Nanti kurang, terus tambah tinggi lagi. Ya mungkin jumlah truk angkut yang ada enggak sebanding sama jumlah sampah," tuturnya.

Salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Rusli, mengatakan dampak gunungan sampah pada area TPS turut mengganggu aktivitas jual beli karena banyak pembeli merasa tidak nyaman dengan bau busuk.

Ia mengatakan, sejumlah langganannya bahkan mengaku lebih memilih berbelanja di tempat lain karena kondisi gunungan sampah yang tidak tertangani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved