Senin, 20 April 2026

Banjir di Jakarta

Hujan Deras di Jakarta: BPBD Catat 57 RT dan 39 Ruas Jalan Tergenang Banjir Setinggi 1 Meter

Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, genangan terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai luapan sejumlah sungai

Editor: Erik S
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
BANJIR JAKARTA - Bus Transjakarta melintasi banjir di Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Senin (12/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 23 ruas jalan serta 10 wilayah rukun tetangga (RT) di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Utara (Jakut) terendam banjir dan genangan akibat curah hujan yang tinggi dan buruknya drainase di wilayah tersebut. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras di Jakarta sejak Senin pagi menyebabkan genangan di 57 RT dan 39 ruas jalan di beberapa wilayah.
  • Genangan terparah terjadi di Jakarta Selatan, Timur, Barat, dan Utara dengan ketinggian hingga 1 meter, mengganggu aktivitas warga.
  • BPBD DKI Jakarta menurunkan petugas untuk menangani genangan, menyiapkan pengungsian, dan mengimbau warga tetap waspada.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (12/1/2026) pagi menyebabkan genangan di puluhan titik permukiman dan ruas jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 17.00 WIB, terdapat 57 RT dan 39 ruas jalan yang masih tergenang di sejumlah wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, genangan terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai luapan sejumlah sungai, seperti Kali Krukut dan Kali Ciliwung.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga dan Pasangan Suami Istri Tewas Akibat Tersetrum saat Banjir di Cilincing Jakut

"BPBD mencatat saat ini terdapat 57 RT dan 39 ruas jalan tergenang. Penyebab utama genangan adalah curah hujan tinggi serta luapan kali di beberapa wilayah," ujar Mohamad Yohan, Senin (12/1/2026).

Di Jakarta Selatan, genangan terparah tercatat di Kelurahan Pejaten Timur dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter, serta Cilandak Timur hingga 95 sentimeter. 

Sementara di Jakarta Timur, genangan setinggi 1 meter terjadi di wilayah Kampung Melayu akibat luapan Kali Ciliwung.

Adapun di Jakarta Barat, genangan setinggi 75 sentimeter terpantau di Kelurahan Tegal Alur, serta di Jakarta Utara, genangan terjadi di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air sekitar 35 sentimeter.


Selain permukiman warga, genangan juga berdampak pada 39 ruas jalan, terutama di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Mohamad Yohan menyampaikan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel gabungan untuk melakukan penanganan genangan di seluruh wilayah terdampak.

"BPBD bersama Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat terus melakukan penyedotan genangan serta memastikan saluran air berfungsi optimal. Kami juga berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat," jelasnya.

Baca juga: Perjuangan Ibu Terdakwa Demo Agustus Hadiri Sidang di Tipikor: Terobos Banjir hingga Bawa Bekal

BPBD DKI Jakarta juga mencatat adanya lokasi pengungsian di sejumlah wilayah, antara lain di Kelurahan Kamal dan Tegal Alur, Jakarta Barat, Cipete Utara, Jakarta Selatan, serta Kebon Bawang, Jakarta Utara, dengan total ribuan warga terdampak.

Yohan menambahkan, pihaknya menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat seiring dengan upaya penanganan yang terus dilakukan.

"Kami menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas dan menargetkan genangan dapat surut secepatnya," kata dia.

Lebih lanjut, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan dan banjir susulan. 

Warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 apabila menghadapi kondisi kedaruratan.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved