Selasa, 19 Mei 2026

Kurang 24 Jam Usai Pemilu Mahasiswa, Pimpinan Baru BEM UI Diteror Ancaman Pembunuhan

Ketua & Wakil Ketua BEM UI 2026 diteror pembunuhan usai Pemira, WhatsApp diretas & paket horor dikirim.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST/SuaraMahasiswa.com
TEROR PIMPINAN BEM UI - Pimpinan BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof dan Fathimah, menerima teror pembunuhan lewat pesan dan paket misterius. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra, mengaku diteror pembunuhan kurang dari 24 jam usai Pemira UI. 
  • Ancaman datang lewat pesan WhatsApp, peretasan akun keluarga, hingga paket COD berisi barang intimidatif. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026 terpilih, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra, mengaku menerima teror pembunuhan dari orang tidak dikenal.

Teror tersebut datang kurang dari 24 jam setelah Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) UI rampung digelar pada Selasa 13 Januari 2026.

Baca juga: Teror Buaya Raksasa Meresahkan! Muncul di Jakarta Utara hingga Nelayan di Bintan Tewas Diterkam

Kronologi Teror terhadap Pimpinan Baru BEM UI

Ancaman pertama kali diterima melalui pesan WhatsApp pada Rabu (14/1/2026), sehari setelah Pemira UI yang digelar pada Selasa malam dan dimenangkan pasangan Yatalathof–Fathimah.

Yatalathof mengungkapkan, pelaku mengirim pesan berisi ancaman pembunuhan sekaligus tuntutan agar dirinya mengundurkan diri dari jabatan Ketua BEM UI 2026.

Tidak hanya itu, pelaku juga berupaya meretas akun WhatsApp miliknya dan beberapa anggota keluarganya.

“Terus kemudian dari kakakku sendiri juga kena (retas), langsung mengirim ke berbagai grup, kurang lebih isinya terkait ancaman dan foto-foto propaganda untuk mundur, ancam pembunuhan,” kata Yatalathof, Minggu (18/1/2026).

Teror serupa juga dialami Fathimah Azzahra selaku Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih. Ia menerima kiriman paket misterius yang tidak pernah dipesan dengan sistem bayar di tempat (cash on delivery/COD).

Paket tersebut berisi berbagai barang bernuansa intimidatif, seperti gunting taman, kursi roda, kain kafan, senjata tajam, hingga topeng horor, dengan total nilai tagihan mencapai Rp1,8 juta.

Tak berhenti di situ, pelaku juga menyebarkan foto-foto propaganda, ilustrasi horor, serta video ancaman ke berbagai grup WhatsApp, mulai dari grup keluarga, lingkungan RT/RW, hingga rekan kerja orang tua korban.

Video tersebut menampilkan visual ancaman pembunuhan dengan menjadikan foto korban sebagai target.

Merasa terancam, Yatalathof dan Fathimah melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus (UPT PLK) UI.

Pihak kampus pun memberikan pengamanan berupa pengawalan saat aktivitas tertentu serta koordinasi lintas unit, termasuk dengan dekanat dan bidang kemahasiswaan.

“Kalau dari kita tuh sebenarnya justru bingung, ini kenapa. Ini kan jelas merugikan kita,” ujar Fathimah.

“Kami juga enggak bisa menebak-nebak ini dari siapa,” sambungnya.

Fathimah menilai, teror pembunuhan dalam dinamika Pemira UI merupakan hal yang baru pertama kali terjadi dan sangat meresahkan.

Baca juga: Iqbal Damanik Ungkit Teror ke Aktivis di Aksi Kamisan Depan Istana, Peserta Bunyikan Mainan Ayam

PO Pemira UI 2025 Juga Terima Teror

Seperti dilansir dari laman Suara Mahasiswa.com, teror tidak hanya dialami oleh pimpinan BEM UI terpilih. Project Officer (PO) Pemira UI 2025, Muhammad Nur Ihsan, juga mengaku menerima teror siber dan fisik sehari setelah Grand Closing Pemira UI. 

Melalui akun Instagram @nuriihsann, Ihsan membeberkan pesan ancaman yang menuduhnya tidak netral dan menuntutnya memenangkan pasangan calon tertentu.

Ihsan juga mengaku menerima teror berupa kiriman kardus berisi tulisan ancaman yang diletakkan di depan kosannya, serta mengalami intimidasi fisik saat dihentikan oleh orang tak dikenal di lingkungan UI pada Selasa (13/1/2026) dini hari.

 Ia bahkan mengaku sempat ditodong senjata oleh pelaku yang mengendarai motor tanpa pelat nomor.

Hingga kini, baik Yatalathof, Fathimah, maupun Ihsan menyatakan belum mengetahui siapa pelaku di balik rangkaian teror tersebut. Mereka memilih tidak berspekulasi karena belum memiliki bukti yang cukup.

Kandidat Pemira UI Angkat Suara

Sementara itu, salah satu kandidat lain dalam Pemira UI juga menyerukan agar seluruh pihak tetap menahan diri dan tidak saling menuduh. Ia menduga teror berasal dari pihak eksternal yang ingin memecah belah Ikatan Mahasiswa UI (IKM UI).

Sabiq selaku paslon 01 pada Pemira BEM UI 206 turut menyampaikan pernyataannya terkait rangkaian teror yang belakangan terjadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @muhmdshabi1, pada Kamis (15/1).

Menurutnya, seluruh ancaman tersebut diduga berasal dari oknum non-IKM UI atau pihak eksternal yang memiliki kepentingan untuk memecah belah Ikatan Mahasiswa (IKM) UI.

“Saya sangat menyayangkan para pihak yang termakan dan terbawa arus dalam kondisi ini. Sangat disayangkan jika ada upaya-upaya untuk menunjuk saya sebagai aktor dalam segala bentuk kecaman dan ancaman yang terjadi,” ujar Sabiq dalam video reels tersebut.

Lebih lanjut, Sabiq menegaskan kembali bahwa terdapat juga beberapa rekan dekatnya yang mengalami teror, bahkan disebut sempat disergap oleh oknum non-IKM UI.

Peristiwa tersebut nyaris membahayakan keamanan dan kenyamanan mereka saat mengikuti rangkaian kegiatan Grand Closing Pemira UI 2025. Ia pun mengimbau agar sesama IKM UI tidak saling tuding dan tetap saling menjaga satu sama lain.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan laporan teror yang dialami para pihak dalam Pemira UI 2026.

Untuk diketahui, Pers Suara Mahasiswa UI adalah satu-satunya lembaga pers mahasiswa setingkat universitas di UI. Akrab disingkat Suma, kami menyajikan berita-berita yang aktual dan terpercaya mengenai isu-isu sosial, politik, ekonomi, seni budaya, gaya hidup, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan beragam isu lainnya dalam cakupan kampus, nasional, dan internasional. Suara Mahasiswa UI telah berdiri sejak tahun 1992 dan kini memiliki dua produk utama, yaitu website dan buletin Gerbatama.

(Wartakota/SuaraMahasiswa.com/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved