Jumat, 10 April 2026

Terbongkar, Kamar Hotel di Bogor Disulap Jadi Pabrik Uang Palsu

Kamar hotel di Bogor jadi lokasi cetak uang palsu Rp620 juta. Modus sederhana terungkap, warga diminta waspada saat transaksi tunai.

Penulis: Reynas Abdila
HO/IST
UANG PALSU - Sejumlah uang pecahan Rp100 ribu diduga palsu ditunjukkan polisi usai pengungkapan di kamar hotel di Bogor, Jawa Barat. Kamar hotel tersebut terbongkar disulap menjadi lokasi produksi uang palsu dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi gerebek kamar hotel, temukan ratusan juta uang palsu siap edar
  • Modus sederhana, printer dan kertas biasa jadi alat produksi uang
  • Warga terancam tertipu, polisi minta lebih teliti saat transaksi tunai

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pria berinisial MP ditangkap di kamar hotel kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, setelah polisi menemukan ratusan juta rupiah uang palsu beserta alat produksinya.

Pengungkapan ini dilakukan Subdirektorat II Ekonomi dan Perbankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Senin (30/3/2026).

Kasubdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Robby Syahfery membenarkan penindakan tersebut.

“Benar, kami telah mengamankan uang palsu pecahan Rp100 ribu senilai sekitar Rp620 juta di sebuah kamar hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

 
Kamar Sempit Disulap Jadi Tempat Produksi

Dari lokasi penangkapan, polisi menemukan berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk mencetak uang palsu.

Barang bukti yang diamankan antara lain printer, tinta, alat pemotong kertas, serta kertas ukuran A4.

Seluruh peralatan itu diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Ruang kamar hotel yang sempit itu diduga menjadi tempat produksi sekaligus penyimpanan uang palsu sebelum diedarkan.

Polisi menyebut, sejauh ini baru satu orang yang diamankan dalam kasus tersebut.

“Sejauh ini, satu orang pelaku berinisial MP telah diamankan,” ujar Robby.

Baca juga: Konflik dengan Wakil Bupati Karena Singgung Status Mantan Narapidana, Ini Kata Bupati Lebak

 
Jejak Jaringan Masih Didalami

Penyidik kini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lebih luas.

Fokus penyelidikan mengarah pada pihak lain yang terlibat dalam produksi dan distribusi uang palsu tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap sindikat uang palsu tersebut terkait perencana dan jejaring peredarannya,” katanya.

Polisi belum merinci sejauh mana uang palsu tersebut telah beredar di masyarakat.

 
Warga Diminta Lebih Waspada

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama dalam jumlah besar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved