31 Penerbangan Terkena Dampak Cuaca Buruk di Bandara Soekarno-Hatta
Insiden jebolnya atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang videonya beredar luas di masyarakat turut memberi dampak pada aktivitas.
Ringkasan Berita:
- Terdapat 10 penerbangan yang dialihkan ke bandara lain atau divert lantaran tidak dapat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
- Sejumlah pesawat yang mengalami divert dialihkan menuju bandar udara yang dinilai dekat dengan bandara terbesar se-Indonesia itu.
- Di antaranya adalah Bandara Yogyakarta, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Radin Inten II Lampung.
TRIBUNNEWS.COM - Insiden jebolnya atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang videonya beredar luas di masyarakat turut memberi dampak pada aktivitas penerbangan pesawat.
Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan menyatakan, terdapat 10 penerbangan yang dialihkan ke bandara lain atau divert lantaran tidak dapat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
"Cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Tangerang berdampak pada 31 lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," ucap Yudis saat diwawancarai awak media, Senin (6/4/2026).
Sejumlah pesawat yang mengalami divert dialihkan menuju bandar udara yang dinilai dekat dengan bandara terbesar se-Indonesia itu.
Di antaranya adalah Bandara Yogyakarta, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Radin Inten II Lampung.
Lalu, penerbangan internasional dialihkan menuju Bandara Changi Singapura.
Pada bandara tersebut, terdapat juga satu pesawat melakukan Return To Base lantaran tidak memungkinkan mendarat karena cuaca yang buruk.
Selama menunggu pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta, setiap pilot diminta untuk berputar-putar terlebih dahulu menunggu kondisi yang memungkinkan atau holding.
Guna mengantisipasi hal itu, Angkasa Pura berkoordinasi dengan Airport Operation Control Center (AOCC) agar menerapkan strategi holding pada 8 lokasi di atas langit Jabodetabek secara berkala.
Pada satu waktu, terdapat 35 pesawat yang berputar-putar selama 30 menit menanti arahan untuk mendarat di bandar udara yang berlokasi di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten tersebut.
"Strategi kami saat sedang menunggu urutan landing berlakukan pre-departure clearance, awalnya DPC itu selama 10 menit, apabila semakin padat diberikan kesempatan 20 menit sekali pesawat diberi kesempatan berangkat agar pesawat yang sedang berputar di atas langit Jakarta bisa landing," tuturnya.
Baca juga: Manajemen Bandara Soekarno-Hatta Sampaikan Permohonan Maaf Atas Dampak Cuaca Buruk
Sementara itu, General Manager Airnav Indonesia Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Widodo menyatakan, pihaknya mengerahkan petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) guna melayani pesawat yang berangkat maupun tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Petugas yang bekerja dalam area titik tertinggi di Bandara Soetta secara bergantian tersebut tanpa henti berkomunikasi ke setiap pilot maskapai penerbangan melayani lalu lintas pesawat.
"Alhamdulillah kehandalan teman-teman kami petugas ATC bisa memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin dengan didukung peralatan yang sangat canggih dan prima demi memastikan keselamatan penumpang pesawat," tuturnya.
Atap Ambruk
Sebagai informasi, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta ambruk.
Video yang diunggah akun Instagram @Jakarta.Terkini menampilkan salah satu sisi bagian atap bandara jatuh disertai dengan air hujan yang telah tertampung banyak.
Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta menyebut, peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur sejak pukul 12.00 WIB.
"Betul kejadian hari ini dan lokasi kebocorannya ada di samping gate 7 menuju gate 8 area keberangkatan internasional," ujar Yudis Tiawan saat dikonfirmasi TribunTangerang.com melalui panggilan telepon, Senin (6/4/2026).
Curah hujan yang tinggi serta adanya kebocoran pada bagian atap bandara terbesar se-Indonesia itu tidak dapat lagi menampung air hujan dan mengejutkan penumpang.
Petugas sudah dikerahkan untuk menyeterilkan area yang basah terkena tumpahan air hujan.
Namun, belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Betul kejadian hari ini, jadi hujannya tidak terprediksi karena turun deras banget beberapa waktu yang lalu," sambungnya.
Saat ini, pihak Angkasa Pura Indonesia sudah menangani kebocoran yang menyebabkan robohnya atap area bandara keberangkatan internasional tersebut.
Pasalnya, kondisi cuaca yang mulai cerah membuat proses perbaikan dapat dilakukan secara langsung guna mengantisipasi kerusakan makin parah lainnya.
"Sudah langsung kami tangani, kebetulan sudah enggak ada hujan jadi perbaikan kebocoran juga lebih mudah ditangani," jelasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Penjelasan Pihak Bandara Soekarno-Hatta Soal Insiden Atap Terminal 3 Jebol saat Hujan Deras.
(Tribunnews.com/Deni)(Tribuntangerang.com/Gilbert Sem Sandro)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.