Arus Lalu Lintas Jakarta Relatif Lengang di Sejumlah Titik Efek Kebijakan WFH
Kebijakan Work From Home bagi ASNmembuat volume kendaraan sejak pagi hari terpantau menurun sehingga arus lalu lintas lebih lancar.
Ringkasan Berita:
- Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat berdampak pada kondisi lalu lintas di Jakarta.
- Volume kendaraan sejak pagi hari terpantau menurun sehingga arus lalu lintas lebih lancar.
- Kelancaran terlihat di sejumlah ruas utama, seperti Jalan Sudirman, kawasan Asia Afrika, dan Gerbang Pemuda.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat berdampak pada kondisi lalu lintas di Jakarta.
Volume kendaraan sejak pagi hari terpantau menurun sehingga arus lalu lintas lebih lancar.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan pemantauan dilakukan di sejumlah titik.
Baca juga: Pengawasan WFH ASN di Jakarta, Bandung dan Bogor, Absensi Pakai Aplikasi hingga Larangan ke Kafe
"Dari pagi tadi kami pantau memang ada pengurangan volume yang cukup signifikan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Ia menyebut kelancaran terlihat di sejumlah ruas utama, seperti Jalan Sudirman, kawasan Asia Afrika, dan Gerbang Pemuda.
Arus lalu lintas di titik-titik tersebut terpantau mengalir lebih baik dibanding hari biasa.
Selain itu, titik yang biasanya padat seperti Layang Ladokgi tidak menunjukkan antrean panjang.
Akses masuk Jakarta dari arah barat ke timur masih ramai, namun belum menimbulkan kepadatan berarti.
Pantauan Tribunnews.com di Jalan Pemuda Rawamangun Jakarta Timur menuju Menteng Jakarta Pusat ramai lancar.
Kepadatan ini akibat penyempitan ruas jalan di tengah pengerjaan proyek LRT Jakarta fase 1B rute Velodrome - Manggarai.
Kepadatan juga masih terjadi di sejumlah titik lain, salah satunya dari arah Slipi menuju Semanggi.
Di kawasan Semanggi, antrean kendaraan tetap ada, namun tidak mengular panjang.
Komarudin menjelaskan, kepadatan di lokasi tersebut dipicu perpotongan arus kendaraan, mulai dari arus keluar tol menuju Semanggi, jalur TransJakarta, arteri Slipi, hingga akses dari Bendungan Hilir.
"Ini tidak lebih disebabkan karena faktor krosing," ujarnya.
Ia menambahkan, arus kendaraan dari Semanggi menuju Sudirman dan dari Bendungan Hilir ke arah Cawang turut menambah beban lalu lintas di titik tersebut.
"Selebihnya kepadatan volume saja," pungkas Kombes Komarudin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jalan-Pemuda-Rawamangun-Menteng-Sepi_1.jpg)