Viral Media Sosial
Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak Rp100 Ribu Tiap Hari, Diancam Diteriaki Maling
Bayangkan dipalak Rp100 ribu tiap hari! Sopir bajaj ini pasrah diancam diteriaki maling oleh preman Tanah Abang. Simak kronologi lengkapnya!
"Koordinasi dengan pihak terkait misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan untuk melaksanakan patroli bersama-sama di wilayah rawan pungli," tutur Dhimas.
Selain itu, pihak kepolisian meminta pejabat lingkungan mulai dari tingkat RT, RW, hingga Lurah untuk meningkatkan kepedulian wilayah.
Tujuannya adalah melakukan deteksi dini guna mencegah aksi kriminalitas sebelum terjadi.
"Agar semua pihak terkait tidak hanya kepolisian mampu mencegah sebelum hal tersebut terjadi," pungkasnya.
Analisis Taktis: Menjamin Keamanan Ekonomi Mikro
Fenomena ini menegaskan perlunya kehadiran negara secara konsisten di pusat-pusat ekonomi rakyat seperti Tanah Abang.
Pungutan liar sebesar Rp100 ribu per hari bukan hanya tindak pidana, melainkan hambatan serius bagi kesejahteraan pekerja kelas menengah ke bawah.
Langkah patroli gabungan diharapkan tidak bersifat temporer.
Penertiban yang berkelanjutan sangat krusial untuk memutus rantai premanisme agar ekosistem ekonomi di pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara ini tetap sehat dan bebas dari intimidasi kelompok tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/preman-praktik-pungutan-liar-pungli-pemalakan-sopir-bajaj-Pasar-Tanah-Abang.jpg)