Sabtu, 9 Mei 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Evakuasi Bangkai Kereta Masih Berlanjut di Stasiun Bekasi Timur, Basarnas: Tak Ada Korban Tertinggal

Proses evakuasi badan kereta pasca kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih berlanjut.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior
PEMBERSIHAN BANGKAI KERETA - Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi terkait proses pembersihan bangkai kereta akibat kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Proses evakuasi badan kereta pasca kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih berlanjut.
  • Petugas masih harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rel, jaringan listrik aliran atas (LAA), serta sistem persinyalan.
  • Jumlah korban meninggal mencapai 14 orang dan korban luka 84 orang dan telah dirujuk ke 8 rumah sakit.

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Proses evakuasi badan kereta pasca kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih berlanjut hingga Selasa (28/4/2026) siang.

Tahap utama operasi SAR telah rampung, namun tim gabungan tetap menjalankan proses evakuasi dengan penuh kehati-hatian, terutama saat mengevakuasi gerbong yang mengalami kerusakan berat.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, seluruh korban telah berhasil dievakuasi. Meski demikian, proses pembersihan tetap dijalankan sesuai prosedur ketat, khususnya jika ditemukan bagian tubuh korban.

"Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan," kata Syafii di Stasiun Bekasi, Selasa (28/4/2026).

"Namun dalam proses pembersihan bangkai kereta, andai saja diketemukan sekecil apapun body part dari tubuh, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur dan itu memang harus kita lakukan," lanjutnya.

Ia turut menjelaskan bahwa proses pemisahan antara lokomotif dan gerbong tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Petugas harus terlebih dulu mengevakuasi korban yang terjepit di antara rangkaian kereta.

"Ada 5 korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan ekstrikasi (pelepasan), sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih berat lagi," tambahnya.

Evakuasi bangkai KRL    OK
PEMBERSIHAN BANGKAI KERETA - Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi terkait proses pembersihan bangkai kereta akibat kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, proses evakuasi bangkai kereta menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

"Dari kami evakuasi dari kereta Argo Anggrek sudah kami bisa lakukan 100 persen. Dan sekarang kalau dilihat lokomotifnya sudah lepas dari rangkaian terakhir dari KRL yang tertabrak," ujarnya.

Baca juga: Pasca-Kecelakaan, Aktivitas di Perlintasan Kereta Jalan Ampera Tetap Ramai

Setelah proses pemindahan bangkai kereta selesai, jalur rel belum dapat langsung difungsikan kembali. 

Petugas masih harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rel, jaringan listrik aliran atas (LAA), serta sistem persinyalan demi memastikan kondisi benar-benar aman.

Bobby Rasyidin di Bekasi Timur OK
PEMBERSIHAN BANGKAI KERETA - Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi terkait proses pembersihan bangkai kereta akibat kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). 

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan aspek keselamatan penumpang menjadi prioritas utama sebelum operasional kembali berjalan normal.

"Kita evakuasi, kita cek satu persatu komponennya, kita cek satu persatu sistemnya, kalau sudah kompli dengan aturan, dengan SOP standar, kita akan jalankan," kata Dudy.

Baca juga: Pernyataan Taksi Green SM Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Tuai Kecaman Netizen

Jumlah korban meninggal mencapai 14 orang dan korban luka 84 orang dan telah dirujuk ke 8 rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.

Penyelidikan terkait penyebab kecelakaan masih ditangani oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). PT KAI juga telah mendirikan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi dan Stasiun Gambir yang akan beroperasi selama 14 hari guna membantu keluarga korban.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved