Rabu, 29 April 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Pengamat Minta Direktur Prasarana dan Sarana KAI Dipisah usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

Menurut Agus, seharusnya Direktur Prasarana dan Saran KAI itu harus dipisah, karena merupakan dua pekerjaan berat.

Tayang:
Penulis: Rifqah

PT KAI pun memastikan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi bersama KAI.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

PT KAI juga telah mendirikan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi dan Stasiun Gambir yang akan beroperasi selama 14 hari guna membantu keluarga korban.

Basarnas Evakuasi Bangkai Kereta

Proses evakuasi badan kereta pasca kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih berlanjut hingga Selasa siang.

Tahap utama operasi SAR telah rampung, namun tim gabungan tetap menjalankan proses evakuasi dengan penuh kehati-hatian, terutama saat mengevakuasi gerbong yang mengalami kerusakan berat.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, seluruh korban telah berhasil dievakuasi. 

Meski demikian, proses pembersihan tetap dijalankan sesuai prosedur ketat, khususnya jika ditemukan bagian tubuh korban.

"Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun, dalam proses pembersihan bangkai kereta, andai saja ditemukan sekecil apapun body part dari tubuh, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur dan itu memang harus kita lakukan," ucapnya.

Syafii juga menjelaskan bahwa proses pemisahan antara lokomotif dan gerbong tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. 

Sebab, petugas harus terlebih dulu mengevakuasi korban yang terjepit di antara rangkaian kereta.

"Ada 5 korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan ekstrikasi (pelepasan), sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih berat lagi," ujarnya.

Setelah proses pemindahan bangkai kereta selesai, jalur rel belum dapat langsung difungsikan kembali. 

Petugas masih harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rel, jaringan listrik aliran atas (LAA), serta sistem persinyalan demi memastikan kondisi benar-benar aman.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan aspek keselamatan penumpang menjadi prioritas utama sebelum operasional kembali berjalan normal.

"Kita evakuasi, kita cek satu per satu komponennya, kita cek satu per satu sistemnya, kalau sudah komplet dengan aturan, dengan SOP standar, kita akan jalankan," kata Dudy.

(Tribunnews.com/Rifqah/Alivio)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved