Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Berkaca Tragedi Kereta Api di Bekasi Timur, GMKB Serukan Evaluasi Keselamatan Transportasi
Tragedi tabrakan kereta Bekasi Timur tewaskan 14 orang, 84 luka. Seruan evaluasi keselamatan perkeretaapian.
2. Tabrakan Utama
KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dari arah belakang dengan kecepatan tinggi.
Kereta jarak jauh tersebut menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti di jalur.
Benturan sangat keras hingga lokomotif Argo Bromo menembus gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita.
3. Dampak dan Korban
15 orang meninggal dunia (mayoritas perempuan) dan 84 orang luka-luka.
Sebagian korban sempat terjepit di dalam gerbong sebelum berhasil dievakuasi.
Penumpang KA Argo Bromo Anggrek sebanyak 240 orang berhasil dievakuasi selamat.
4. Evakuasi dan Penanganan
Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari, dengan petugas membuka pintu otomatis secara manual untuk mengeluarkan penumpang.
Korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, RS Mitra Keluarga, RS Siloam, dan RS Hermina.
5. Investigasi dan Evaluasi
PT KAI bersama KNKT melakukan investigasi atas penyebab kecelakaan.
Dugaan awal: gangguan sinyal akibat tabrakan taksi listrik yang memicu rangkaian peristiwa beruntun.