Jalan yang Ambles di Lenteng Agung Jaksel Sudah Dapat Dilalui
Warga sekitar, Junaedi (50), mengatakan kondisi jalan sebelumnya telah mengalami cekungan selama beberapa hari terakhir.
Ringkasan Berita:
- Jalan Raya Lenteng Agung yang ambles kini kembali dilintasi kendaraan setelah ditutup menggunakan plat besi.
- Kerusakan jalan diduga akibat konstruksi saluran air bawah tanah rusak dan menyebabkan badan jalan ambles.
- Perbaikan permanen dijadwalkan berlangsung malam hari selama dua hingga tiga hari untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok, tepatnya di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini sudah bisa dilewati kendaraan, Jumat (29/5/2026) sore.
Jalan tersebut ambles pada Kamis (28/5/2026) malam.
Sebagai penanganan sementara, jalan yang ambles ditutup menggunakan plat besi.
Masyarakat diimbau berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi.
Pantauan Warta Kota di lokasi, tiga lajur kini sudah dapat dilintasi pengendara motor maupun mobil.
Jalan yang ambles kini ditutup plat baja. Pengendara tampak berhati-hati dengan berjalan lambat.
Cekung Sejak Beberapa Hari Lalu
Warga sekitar, Junaedi (50), mengatakan kondisi jalan sebelumnya telah mengalami cekungan selama beberapa hari terakhir.
Bahkan, sejumlah pengendara disebut sempat terjatuh akibat kerusakan jalan tersebut.
“Memang sudah beberapa hari terakhir jalannya cekung ke dalam, dua hari lalu kalau tidak salah” ujar Junaedi, Jumat (29/5/2026).
Menurut dia, jalan amblas itu mulai terjadi sekira pukul 23.00 WIB dan memakan dua lajur jalan.
Pada Jumat subuh, seorang pengendara motor dilaporkan terjatuh ke dalam jalan amblas saat melawan arus.
"Kemarin sempat ada yang jatuh. Tadi subuh ada juga yang jatuh ke dalam. Lawan arah dia," kata Junaedi.
Baca juga: Penyebab Jalan Lenteng Agung Ambles Arah Depok, Saluran Air Diduga Keropos Termakan Usia
Di sisi lain, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan kerusakan diduga disebabkan konstruksi saluran air di bawah jalan yang mengalami kerusakan.
Saat ini, perbaikan akan terus dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.
Dugaan Penyebab
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, mengatakan, kerusakan badan jalan diduga dipicu rusaknya konstruksi saluran air di bawah jalan.
"Penanganan awal dilakukan Dinas SDA dengan memperbaiki kerusakan konstruksi saluran air di bawah jalan yang menyebabkan kondisi badan jalan amblas," kata Siti, Jumat.
Sampai Jumat siang, penanganan konstruksi saluran air oleh Dinas SDA masih berlangsung.
Dinas Bina Marga melalui Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan tetap bersiaga di lokasi ambles untuk melanjutkan perbaikan pengerasan jalan setelah proses penanganan saluran selesai dilakukan.
Sebagai langkah darurat, petugas menutup area jalan yang ambles menggunakan plat besi agar tetap dapat dilalui kendaraan.
Rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup jalur juga diberlakukan untuk mengurangi kemacetan.
Akibat kondisi tersebut, layanan Transjakarta turut terdampak.
Kepala Departemen Humas dan CSR Ayu Wardhani mengatakan, sejumlah rute mengalami penyesuaian operasional sementara.
Rute D21 Lebak Bulus–UI Depok mengalami perpendekan rute menjadi Lebak Bulus–Bus Stop Wijaya Kusuma dikarenakan adanya jalan amblas di sekitar Bus Stop SMAN 109.
Selain itu, rute 4B Stasiun Manggarai–Universitas Indonesia juga mengalami penyesuaian.
Baca juga: Jalan Ambles di Lenteng Agung Jaksel, Pengendara Kendaraan Bermotor Masih Dapat Melintas
Rute sementara diperpendek menjadi Stasiun Manggarai–Bus Stop Wijaya Kusuma karena jalan amblas di sekitar Bus Stop SMAN 109.
"Untuk sementara tidak melayani pelanggan di Bus Stop SMAN 38 sampai Universitas Indonesia," ujarnya.
Perbaikan Permanen Dilakukan
Adapun perbaikan permanen dijadwalkan dimulai pada Jumat malam guna meminimalisasi kepadatan lalu lintas.
Pada siang hari, fokus penanganan diarahkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi akibat penyempitan jalan.
Dalam proses perbaikan, Dinas SDA akan mengganti saluran lama menggunakan box culvert beton berukuran lebar dua meter dengan panjang 16 meter. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari.
"Perbaikan permanen akan mulai dilakukan pada Jumat malam hari untuk meminimalisir dampak terhadap kepadatan lalu lintas, mengingat pada siang hari fokus penanganan diarahkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di lokasi," tuturnya.
"Perbaikan pemanen saluran akan menggunakan box culvert beton ukuran lebar 2 meter sepanjang 16 meter sebagai pengganti konstruksi lama. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 2-3 hari," lanjut dia.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Jalan yang Amblas di Lenteng Agung Jaksel Kini Sudah Dapat Dilalui, Kendaraan Melaju Lambat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kondisi-di-Jalan-Raya-Lenteng-Agung-ambles.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.