Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Ahmad Basarah Tekankan Pentingnya Toleransi Beragama di Pembukaan Kongres GMNI XXI

Ketua Persatuan Alumni GMNI yang juga Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, mengajak segenap bangsa Indonesia saling hormat-menghormati di antara sesama

Ahmad Basarah Tekankan Pentingnya Toleransi Beragama di Pembukaan Kongres GMNI XXI
MPR RI
Ahmad Basarah dalam pidato Pembukaan Kongres ke XXI GMNI di Ambon pada Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Ketua Persatuan Alumni GMNI yang juga Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, mengajak segenap bangsa Indonesia saling hormat-menghormati di antara sesama pemeluk agama yang berbeda-beda, salah satunya dengan menyampaikan salam dari semua agama dan salam budaya lokal setempat ketika sedang berpidato di depan podium, sebagaimana yang sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia selama bertahun-tahun.

Juga, memberikan ucapan selamat atas perayaan hari-hari besar agama yang hidup dan diakui dalam negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Ucapan penghormatan terhadap peringatan hari- hari besar semua agama tersebut hendaknya jangan dikaitkan dengan akidah masing-masing agama karena yang kita lakukan seperti itu bukan dalam rangka toleransi apalagi mengkompromikan akidah agama masing-masing, namun hanyalah untuk toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai prinsip sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca: GMNI Diingatkan Kembali kepada Prinsip Dasar Perjuangannya

"Bertahun-tahun lamanya saya sering memberikan ucapan selamat ketika saudara-saudara saya yang beragama lain merayakan hari besar agamanya, saya tidak pernah merasa hal seperti itu melunturkan akidah agama saya sebagai seorang muslim," ungkap Ahmad Basarah dalam pidato Pembukaan Kongres ke XXI GMNI di Ambon pada Kamis (28/11).

Basarah mengharapakan kepada kongres GMNI untuk merumuskan strategi perjuangannya agar GMNI dapat menjadi perekat bangsa dengan membumikan Pancasila dan sasanti Bhinneka Tunggal Ika sebagai ideologi dan prinsip berbangsa dan bernegara yg menjadi living ideology.

Sebagai organisasi yang sudah berusia 65 tahun, GMNI sudah banyak melahirkan kader-kader yang kemudian berkiprah dalam berbagai medan pengabdian, baik di birokrasi, perguruan tinggi, kepala daerah bahkan sebagai kepala negara seperti Presiden Megawati Soekarnoputri.

Alumni GMNI juga berkiprah di berbagai partai politik, ada yang di PDI Perjuangan seperti Bu Mega, Pak Taufiq Kiemas, di Golkar seperti Pak Theo Sambuaga, di Nasdem seperti Pak Siswono, di Demokrat ada Pakde Karwo dan lain lain," jelas Basarah lagi.

Sementara itu, Sekjen DPP PA GMNI Ugik Kurniadi membantah adanya berita yang menyebutkan bahwa pidato Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah mengatakan kepada pejabat yang hadir harus memberikan dukungan kepada GMNI jika ingin mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari PDI Perjuangan.

Baca: Bamsoet: Ciptakan Business Friendly Agar Perekonomian Indonesia Menguat

"Saya hadir dan mendengarkan seluruh isi pidato Bung Ahmad Basarah, tidak sedikitpun beliau bicara seperti itu, apalagi menyebutkan bahwa GMNI itu PDIP dan PDIP adalah GMNI," ujar Ugik Kurniadi.

Pembukaan Kongres GMNI ke XXI diresmikan oleh Menteri Sosial Ari Batubara. Dalam ceramahnya Menteri Sosial itu menekankan pentingnya GMNI melakukan revitalisasi pengkaderannya yang mengikuti perkembangan jaman yang terus berubah cepat. GMNI harus tampil lebih milenial tanpa harus meninggalkan prinsip ideologinya," tegas Ari Batubara. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved