Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Fadel Muhammad: Nani Wartabone Pahlawan Gorontalo yang Cinta NKRI

Semangat NKRI dari pahlawan ini mengajarkan kepada kita semua bahwa kesatuan bangsa itu di atas kepentingan pribadi atau golongan.

MPR RI
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengungkapkan di Gorontalo ada seorang pahlawan bernama Nani Wartabone yang sangat cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sosoknya sebagai pahlawan memang asing untuk rakyat Indonesia di luar Gorontalo, tapi bagi rakyat 'serambi Madinah' Nani sangat dikagumi dan dicintai.

Beliau adalah figur pahlawan dengan gagah berani pada tanggal 23 Januari 1942, memimpin masyarakat Gorontalo bertempur dan berhasil memporak porandakan pasukan penjajah Belanda. Saat itu juga, Nani atas nama rakyat langsung memproklamirkan kemerdekaan Gorontalo. Hari itu dikenang sebagai hari Patritotik.

Hal tersebut dikatakan Fadel Muhammad, saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan Kepala Desa Dulohupa dan LSM Bumi Hijau Gorontalo, di aula Sanggar Seni Dulohupa, Desa Dulohupa, Gorontalo, Selasa (2/3/2021). Hadir dalam acara, anggota MPR Rahmijati Jahja, Plt Kades Sukarno Karim, Ketua LSM Bumi Hijau Andi Abdul Hakim dan masyarakat sekitar sebagai peserta.

Yang sangat luarbiasa dari sang pahlawan, lanjut Fadel, begitu mendengar Bung Karno membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, tanpa ragu sedikitpun beliau dan pasukan serta rakyat langsung menyatakan bergabung dengan Indonesia. Melihat perjuangannya yang sangat hebat, pahlawan yang mendapat julukan 'Petani Pejuang' ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003 tertanggal 6 November 2003.

"Semangat NKRI dari pahlawan ini mengajarkan kepada kita semua bahwa kesatuan bangsa itu di atas kepentingan pribadi atau golongan. Di era kemerdekaan ini, warisan perjuangan pahlawan itu semestinya dijaga. Namun, Indonesia sempat bersedih karena kehilangan salah satu bagiannya yakni Timor Timur. Ke depan bangsa Indonesia harus tetap satu apapun yang terjadi. Jangan sampai lepasnya Tim-tim terulang kembali," ujarnya.

Untuk itu, Fadel mengajak seluruh rakyat Indonesia bergandengan tangan menjaga keutuhan bangsa. Jangan lagi mempermasalahkan perbedaan, semua fokus untuk satu tujuan Indonesia sejahtera.

"Makanya Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika mulai sekarang mesti dipelajari, dipahami dan diamalkan. Dengan begitu persatuan Indonesia akan terus terpeihara," ucapnya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved