Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Silaturahim ke Kiai Lukman Hakim, Gus Jazil Diminta Rangkul Para Habaib Majukan NU DKI

Pertama adalah yang bisa menyapa sampai pada anak ranting supaya NU di DKI ini bisa disamakan dengan provinsi-provinsi lain.

Istimewa
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengunjungi Pondok Pesantren Al Hamid di Jalan Cilangkap Baru, RT.4/RW.3, Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Senin (8/3/2021) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid terus melakukan silaturahim ke sejumlah pondok pesantren dan para kiai di wilayah DKI Jakarta. Langkah ini dilakukan dengan maksud untuk mempererat tali silaturahim sekaligus meminta saran dan masukan terkait niatnya untuk maju sebagai calon ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

Salah satunya dengan mengunjungi Pondok Pesantren Al Hamid di Jalan Cilangkap Baru, RT.4/RW.3, Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Senin (8/3/2021) malam.   

Dalam kunjungannya tersebut, Gus Jazil-sapaan akrab Jazilul Fawaid- disambut dengan hangat Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid KH Lukman Hakim. Gus Jazil dan rombongan juga dijamu santap malam. Usai santap malam, dilanjutkan dengan obrolan santai sambil menyeruput teh dan kopi sehingga tampak gayeng dan akrab.

Kiai Lukman pun mengapresiasi niat Gus Jazil untuk ikut turun membenahi NU di DKI Jakarta. "Dari hasil diskusi, beliau sampaikan kepada saya niatnya menata NU DKI, dan saya sangat merespons sekali bahwasanya NU ini memang bukan tempat kita mencari sesuatu, tapi NU tempat kita mengabdi," tutur Kiai Lukman.

Menurutnya, komitmen yang disampaikan Gus Jazil untuk menjadikan NU sebagai ladang pengabdian sebagai seorang nahdliyin memang sebuah komitmen yang wajib. "Kata-kata itu adalah kata-kata wajib bahwasanya pengabdian seorang nahdliyin, seorang kader NU betul-betul untuk menyelamatkan NU dari zaman yang sudah kita ketahui bersama ini. Dari yang saya lihat, mudah-mudahan niat beliau benar-benar ikhlas, benar-benar muhlis, ingin memajukan, ingin menghidupkan NU, dan untuk mengabdi di NU," katanya.

Dikatakan Kiai Lukman Hakim, NU DKI kedepan harus benar-benar seperti NU yang seharusnya yakni ladang pengabdian untuk kemaslahatan umat. "Harus benar-benar pengabdian yang lebih dikedepankan," tuturnya.

Kiai Lukman juga memberikan pesan khusus kepada Gus Jazil agar nantinya jika dipercaya memimpin NU DKI agar merangkul para habaib yang memang sangat dicintai masyarakat Betawi.

Sementara itu, Gus Jazil merasa bersyukur bisa bersilaturahim ke Pondok Pesantren Al Hamid yang diasuh Kiai Lukman. Gus Jazil pun mengaku mendapatkan pesan dari Kiai Lukman Hakim agar terus bersilaturahim untuk mengecek dan merasakan denyut nadi kehidupan NU di DKI Jakarta.

"Beliau bilang bahwa di NU DKI ini memang memerlukan tenaga dan waktu yang banyak. Beliau juga menyarankan agar para habaib yang ada di DKI diberikan tempat, sekaligus dirangkul untuk bersama-sama membesarkan NU karena pada dasarnya masyarakat Betawi sangat cinta dengan habaib dan para kiai. Jadi beliau berharap agar para habaib yang ada DKI juga dirangkul untuk dapat membesarkan NU di DKI," kata Gus Jazil yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini.

Sementara itu, Katib Syuriah PWNU DKI KH Ahmad Zahari menyebutkan bahwa pihaknya memberikan kesempatan dan hak yang sama bagi semua kader NU untuk bisa memimpin dan membenahi NU di DKI.

"Pertama adalah yang bisa menyapa sampai pada anak ranting supaya NU di DKI ini bisa disamakan dengan provinsi-provinsi lain," katanya.

Kedua, pemimpin NU DKI kedepan harus memiliki kualitas dan kapasitas yang baik supaya bisa memberikan manfaat, baik untuk warga DKI maupun untuk dunia. Selain itu, juga harus memiliki wawasan ke-NU-an dan ke-Aswaja-an yang bagus.

"Kepengurusan PWNU ke depan ini dihadapkan pada persoalan yang sangat kompleks sehingga walaupun ini tingkat provinsi, tingkat wilayah, sebetulnya NU DKI ini rasa nasional. Apa yang dikerjakan, apa yang disampaikan oleh kepengurusan ini akan direspon nasional karena PWNU DKI dekat dengan Pusat. Semuanya ada di Jakarta," katanya.

Ditanya mengenai sosok Gus Jazil, Kiai Zahari menilai bahwa mantan ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Jakarta Selatan itu telah memperlihatkan kapasitasnya sebagai seorang tokoh dan pemimpin. "Jaringannya kan dia mah lebih banyak. Selain itu, beliau juga santri, tentu pasti paham betul tentang ke-NU-an, tentang kiai NU, tentang budaya NU. Siapapun itu memang calon pengurus PWNU DKI harus yang berkelas dan berkualitas dan memenuhi jaringan yang cukup banyak yang bisa diterima oleh mulai wilayah sampai ranting dan anak ranting," tuturnya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved