Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Dukung Persiapan MotoGP dan World Superbike, Bamsoet Dorong Pembangunan Homestay di Mandalika

Dari mulai standar kebersihan yang setaraf hotel, hingga ketersediaan fasilitas wifi, listrik, dan makanan. 

Editor: Content Writer
Istimewa
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo saat meninjau kondisi lintasan Sirkuit Mandalika, di Lombok, Rabu (7/4/21) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mendorong agar pengembangan homestay di Lombok dimasifkan, khususnya di sepanjang jalan Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Pantai Kuta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Selain membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, juga untuk memanjakan para wisatawan yang datang ke Lombok dalam merasakan atmosfer kejuaraan MotoGP dan World Superbike (WSBK) yang akan digelar di Sirkuit Mandalika. 

"Ketersediaan kamar hotel bintang dan non bintang di NTB sekitar 8.340 kamar. Sebagian akan terisi oleh pembalap dan official crew MotoGP dan WSBK. Sehingga perlu dikembangkan homestay berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Mengingat turis yang datang dari lokal dan luar Lombok untuk menyaksikan MotoGP dan WSBK bisa mencapai 160 ribu lebih," ujar Bamsoet di Jakarta usai kunjungan ke Mandalika bersama Penasehat IMI Pusat Prasetyo yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta, Gubernur NTB, Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal, Zulkiflimansyah, Danrem Wirabhakti Brigjend TNI AD Rizal Ramdhani, Minggu (11/4/21). 

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah mencatat setidaknya sudah ada 1.600 kamar homestay di sepanjang jalan Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika. Menyerap sekitar 600 lebih tenaga kerja. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menganggarkan dana mencapai Rp 62,22 miliar untuk membangun 915 unit rumah homestay melalui Program Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata). 

"Pemerintah daerah harus terus memberikan pelatihan hospitality agar masyarakat yang menyediakan homestay bisa memberikan pelayanan prima terhadap para turis yang datang. Dari mulai standar kebersihan yang setaraf hotel, hingga ketersediaan fasilitas wifi, listrik, dan makanan," jelas Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini mengingatkan, standar batas atas dan bawah harga homestay juga harus diatur. Agar jangan sampai merusak harga pasar dan saling menjatuhkan satu sama lain. 

"Selain dari homestay, masyarakat juga bisa mengembangkan UMKM untuk memproduksi berbagai souvenir menarik seputar MotoGP dan WSBK. Terlebih NTB memiliki tujuh jenis kerajinan khas yang berasal dari gerabah, perak, rotan ketak, rotan bambu, kulit, tenun, dan kerajinan Sasambo. Dari ketujuh jenis kerajinan tersebut bisa dibuat produk yang unik, yang tidak ada di negara lain, yang hanya bisa ditemukan di NTB," pungkas Bamsoet. 

Ketua Umum Tarung Derajat dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengapresiasi langkah MGPA sebagai Operator Event MotoGP dan WSBK di Sirkuit Mandalika, yang telah melibatkan UMKM di Lombok dalam penyediaan merchandise atau cinderamata bagi penonton/wisatawan. Termasuk memberikan pelatihan dan penyediaan platform untuk menjual produk cinderamata UMKM tersebut. 

"Cinderamata adalah komponen penting dalam Industri pariwisata. Tidak lengkap rasanya berwisata tanpa ada cinderamata khas tempat wisata tersebut. Semakin unik cinderamata yang dibuat, semakin menarik minat beli turis," pungkas Bamsoet.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved