Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Antisipasi Pergerakan Masyarakat Jelang Lebaran, Kewaspadaan Semua Pihak Harus Ditingkatkan

Menurut Lestari, potensi pergerakan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini tetap ada.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Calon penumpang menunggu bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (30/7/2020). Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan tidak ada pelarangan mudik pada libur Iduladha 1441 Hijriah dengan melakukan antisipasi untuk pengaturan lalu lintas kendaraan dan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM - Kewaspadaan para pemangku kepentingan harus ditingkatkan mengantisipasi potensi pergerakan masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Pergerakan masyarakat di dalam negeri menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H ini memang sudah ada kebijakan yang mengaturnya, meski begitu para pemangku kepentingan tetap harus waspada untuk mencegah terjadinya peningkatan penyebaran virus korona di tanah air," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4).

Menurut Lestari, potensi pergerakan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini tetap ada.

Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, ada kemungkinan sebagian masyarakat melakukan mudik lebih awal, untuk menyiasati kebijakan pemerintah.

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik lebaran tahun 2021 yang berlaku selama 12 hari, mulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Antisipasi lain yang harus dilakukan para pemangku kepentingan, menurut Rerie, adalah peningkatan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia pada Ramadan ini.

Informasi dari Wakil Komando Tugas Gabungan Repatriasi dan Penangan Rumah Sakit Lapangan Wisma Atlet, saat ini pihaknya sudah menerima sekitar 1.800-2.000 kedatangan pekerja migran dari luar yang harus melakukan isolasi mandiri sesampainya di Indonesia.

Diperkirakan menjelang lebaran kedatangan pekerja migran akan semakin meningkat seperti tahun kemarin sampai 4.000-6.000 per hari.

Sejumlah kondisi tersebut, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus diantisipasi dengan peningkatan kewaspadaan para pemangku kepentingan, baik di pusat mau pun di daerah.

Menurut Rerie, penerapan kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat harus konsisten dilakukan sehingga upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di tanah air bisa berjalan dengan baik.

Di sisi lain, tegasnya, upaya menerapkan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat harus terus dilakukan, agar memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan, menjadi norma dalam keseharian masyarakat.

Dengan langkah tersebut, Rerie berharap, potensi penyebaran Covid-19 menjelang dan setelah lebaran tahun ini bisa terus diredam.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved