Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Larangan Mudik 2021, Syarief Hasan: Pemerintah Harus Membangun Komunikasi Baik Dengan Masyarakat

Akan tetapi, dalam kondisi sulit ini, kita mesti bersabar sehingga pandemi Covid-19 ini dapat teratasi dengan baik.

ISTIMEWA
Polresta Tangerang menemukan 10 pemudik yang bersembunyi disela-sela motor yang diangkut truk di Pos Penyekatan Gerbang Tol (GT) Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (7/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendorong Pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi yang baik kepada masyarakat terkait pelarangan mudik lebaran tahun ini. Pasalnya, tetap terjadi lonjakan mudik lebaran di beberapa daerah, bahkan viral video yang menggambarkan ratusan pemudik menerobos aparat di Karawang, Jawa Barat pada Jumat (7/5/2021).

Sebelumnya, Pemerintah telah membuat kebijakan pelarangan mudik yang dimulai sejak tanggal 6-17 Mei 2021. Sebelum dan sesudah tanggal tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pergerakan dan kegiatan di luar daerah, kecuali perlu dan mendesak.

Menurut Syarief Hasan, lonjakan mudik lebaran tengah Pandemi Covid-19 tetap terjadi karena pesan Pemerintah tidak ter-delivery dengan baik. "Pesan dan urgensi pelarangan mudik lebaran dikarenakan potensi peningkatan kasus Covid-19 yang tinggi tidak tersampaikan dengan baik sehingga tetap terjadi mudik di beberapa daerah," ungkap Syarief Hasan.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini memandang, kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pelarangan mudik dengan alasan Pandemi Covid-19 juga mulai berkurang karena kebijakan kontradiksi Pemerintah sendiri. "Pemerintah melarang mudik lebaran namun di sisi lain membiarkan WNA dari Cina masuk ke Indonesia sebagaimana yang tersebar di berbagai pemberitaan," ungkapnya.

Memang, dalam satu pekan ini, publik dikejutkan dengan masuknya WNA asal China di tengah masih tingginya angka Covid-19 di Indonesia. Terbaru, pada Rabu (5/5/2021), empat kloter pesawat carteran maskapai Wings Air yang membawa 352 WNA Cina tiba di Bandara Maleo Morowali, Sulawesi Tengah.

Menurut Syarief Hasan, kebijakan yang kontradiksi ini membuat banyak masyarakat abai terhadap arahan Pemerintah. "Pemerintah harusnya memberikan teladan yang baik kepada masyarakat sehingga masyarakat percaya dan mengikuti kebijakan pelarangan mudik ini," ungkapnya.

Padahal, Syarief Hasan menilai, langkah pelarangan ini sudah tepat untuk meminimalisir potensi penyebaran Pandemi Covid-19. “Pelarangan mudik lebaran tahun ini sebenarnya sudah tepat untuk memotong rantai penyebaran Pandemi Covid-19. Namun, Pemerintah harus memperbaiki komunikasi dan memberikan teladan kepada rakyat, serta membuat kebijakan yang tidak kontradiksi,” ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan menilai, masih tingginya angka positif Covid-19 di Indonesia mesti menjadi perhatian utama Pemerintah. “Pemerintah harus lebih tegas dalam pengimplementasian protokol kesehatan dan pembatasan masuknya WNA dari episenturum Covid-19 yang diikuti dengan optimalisasi program vaksinasi bagi masyarakat yang rentan,” ungkap Syarief.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudik lebaran tahun ini. “Tentu, kita semua berharap bisa berkumpul dengan keluarga setiap lebaran. Akan tetapi, dalam kondisi sulit ini, kita mesti bersabar sehingga pandemi Covid-19 ini dapat teratasi dengan baik. Kami dari Partai Demokrat akan terus bersama masyarakat untuk melawan Pandemi Covid-19,” tutup Syarief Hasan.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved