Selasa, 12 Mei 2026

Lirik Lagu

Terjemahan Lirik Lagu Ruin The Friendship - Taylor Swift: and It Was Not an Invitation

Simak lirik dan terjemahan lagu Ruin The Friendship yang dipopulerkan oleh penyanyi Taylor Swift.

Tayang:
Penulis: Nurkhasanah
ISTIMEWA/Andari Wulan Nugrahani
TERJEMAHAN LIRIK LAGU - Foto gitar akustik yang diambil pada Jumat (17/10/2025) sebagai ilustrasi musik. Simak lirik dan terjemahan lagu Ruin The Friendship yang dipopulerkan oleh penyanyi Taylor Swift. 
- Transpose +

TRIBUNNEWS.COM - "Ruin The Friendship" merupakan lagu terbaru dari penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika, Taylor Swift. 

Lagu "Ruin The Friendship" termasuk dalam album studio ke-12 Taylor Swift yang bertajuk "The Life of a Showgirl".

Album tersebut dirilis pada 3 Oktober 2025 melalui Republic Records. 

Swift merekamnya di Swedia bersama produser Max Martin dan Shellback, selama tur Eropa Eras Tour pada tahun 2024.

“Ruin The Friendship” adalah lagu tentang penyesalan karena tidak berani mengungkapkan rasa cinta kepada sahabat.

Lagu ini menceritakan seseorang yang terjebak di friendzone, tidak berani mengungkapkan perasaan, hingga akhirnya menyesal. 

Pesannya menegaskan bahwa lebih baik mengambil risiko mengungkapkan perasaan cinta secara jujur daripada hidup dengan penyesalan.

Simak lirik dan terjemahan lagu "Ruin The Friendship" dari Taylor Swift di bawah ini.

Baca juga: Terjemahan Lirik Lagu Father Figure - Taylor Swift: I Protect The Family, Leave It with Me

Terjemahan Lirik Lagu Ruin The Friendship - Taylor Swift: 

Glistening grass from September rain
Rumput berkilau karena hujan September
Gray overpass full of neon names
Jembatan abu-abu penuh dengan nama bercahaya neon
You drive (Mm-mm), 85 (Mm-mm)
Kau menyetir (Mm-mm), 85 (Mm-mm)
Gallatin Road and the Lakeside Beach
Gallatin Road dan pantai Lakeside
Watching the game from your brother's Jeep
Menonton pertandingan dari Jeep milik saudaramu
Your smile (Mm-mm), miles wide
Senymmu (Mm-mm), selebar bermil-mil

And it was not an invitation
Dan itu bukan sebuah undangan
Should've kissed you anyway
Seharusnya aku menciummu saja
Should've kissed you anyway
Seharusnya aku menciummu saja
And it was not convenient, no
Dan itu tidaklah mudah, tidak sama sekali
But your girlfriend was away
Tapi pacarmu sedang tidak ada
Should've kissed you anyway, hey
Seharusnya aku menciummu saja, hey

Shiny wood floors underneath my feet
Lantai kayu berkilau di bawah kakiku
Disco ball makes everything look cheap
Lampu bola disko membuat semuanya tampak murahan
Have fun (Mm-mm), it's prom (Mm-mm)
Bersenang-senanglah (Mm-mm), ini pesta prom (Mm-mm)
Wilted corsage dangles from my wrist
Bunga corsage layu tergantung di pergelangan tanganku
Over his shoulder, I catch a glimpse
Di balik bahunya, aku melihat sekilas
And see (Mm-mm)
Dan melihat (Mm-mm)
You looking at me
Kau sedang menatapku

And it was not an invitation
Dan itu bukan sebuah undangan
But as the 50 Cent song played (Song played)
Tapi ketika lagu 50 Cent diputar (diputar)
Should've kissed you anyway (Anyway)
Seharusnya aku menciummu saja (Tetap saja)
And it was not convenient, no (It was not, convenient)
Dan itu tidaklah mudah, tidak sama sekali (Tidaklah mudah)
Would've been the best mistake
Mungkin itu akan jadi kesalahan terbaik
Should've kissed you anyway, hey
Seharusnya aku menciummu saja, hey

Don't make it awkward in second period
Jangan buat canggung di pelajaran kedua
Might piss your ex off, lately we've been good
Mungkin akan membuat mantanmu marah, akhir-akhir ini kita baik-baik saja
Staying friends is safe, doesn't mean you should
Berteman memang aman, tapi bukan berarti itu yang harus kau lakukan
Don't make it awkward in second period
Jangan buat canggung di pelajaran kedua
Might piss your ex off, lately we've been good
Mungkin akan membuat mantanmu marah, akhir-akhir ini kita baik-baik saja
Staying friends is safe, doesn't mean you should
Berteman memang aman, tapi bukan berarti itu yang harus kau lakukan

When I left school, I lost track of you
Saat aku meninggalkan sekolah, aku kehilangan jejakmu
Abigail called me with the bad news
Abigail menelponku dengan kabar buruk
Goodbye, and we'll never know why
Selamat tinggal, dan kita takkan pernah tahu alasannya

It was not an invitation
Itu bukan sebuah undangan
But I flew home anyway
Tapi aku tetap pulang ke rumah
With so much left to say
Dengan begitu banyak hal yang belum sempat terucap
It was not convenient, no
Itu tidaklah mudah, tidak sama sekali
But I whispered at the grave
Tapi aku berbisik di makam
"Should've kissed you anyway"
"Seharusnya aku menciummu saja"

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved