Bentrokan Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak
Inilah Kronolgi Peristiwa Bentrokan di Universitas Tanjungpura
Peristiwa bentrokan antar mahasiswa di Universitas Tanjungpura diawali dengan tindakan brutal puluhan mahasiswa Fakultas Teknik yang merusak kendaraan dan mem
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Peristiwa bentrokan antar mahasiswa di Universitas Tanjungpura diawali dengan tindakan brutal puluhan mahasiswa Fakultas Teknik yang merusak kendaraan dan membakar gedung milik Fakutas Fisipol. Mahasiswa Teknik secara tiba-tiba melakukan penyerangan ke kampus Fakultas Fisipol sekitar pukul 16.30 WIB, Jumat (12/3/2010). Belum diketahui pasti apa maksud serangan dari mahasiswa Fakultas Teknik tersebut.
Mahasiswa Fakultas Fisipol yang tengah mengikuti perkuliahan sontak kaget. Puluhan mahasiswa teknik secara brutal mengejar mahasiswa Fisipol menggunakan balok kayu, besi dan senjata tajam.
Mereka masuk dari arah sisi kanan, kiri, depan dan belakang kampus Fisip. Apa saja yang mereka temui di kampus Fisipol dirusak.
Kaca jendela dipecah. Belasan motor yang terparkir dihantam dengan balok kayu dan besi. Puluhan mahasiswa Teknik juga membakar satu unit bangunan sekretariat Bengkel Seni Fisipol yang berada di sisi kanan bangunan utama.Entah material apa yang digunakan, api begitu cepat membakar satu unit gedung tersebut.
Mahasiswa Fisipol tak dapat berbuat banyak. Bak kerasukan, mahasiswa Teknik terus mengejar mahasiswa Fisipol. Teriakan histeris dari mahasiswa putri Fisipol menggema. Belasan mahasiswa putra mundur hingga kawasan Jl Sepakat II, yang berada tepat dibelakang kampus mereka.
Mahasiswa Fisip kemudian mempersenjatai diri menggunakan kayu, besi dan batu. Usai menghancurkan fasilitas milik Fakultas Fisipol, puluhan mahasiswa Teknik mundur hingga sisi kanan kampus mereka. Tersulut amarah, mahasiswa Fisipol bergerak hendak melakukan perlawanan. Untungnya satu petugas kepolisian dari Polsek Pontianak Selatan telah berada dilokasi kejadian. Mobil patroli polisi sempat tertahan akibat kerumunan mahasiswa Teknik.
Tawuran berhasil diredam hingga tengah malam. Sabtu dini hari, tawuran kembali pecah. Puluhan mahasiswa Fisipol bergerak kearah Fakultas Teknik. Nyaris semua mahasiswa membekali diri dengan senjata tajam, kayu, besi, katapel dan molotov.
Mereka terus merangsek menuju Fakultas Teknik. Langkah mereka terhendi oleh barikade manusia dari Sat Brimob Polda Kalbar dan Samapta Polda Kalbar. Sempat terjadi dorong-dorongan antara polisi dan mahasiswa.
Umpatan dan kata-kata tak senonoh keluar dari mulut para kaum intelektual tersebut. Beberapa di antara mereka terlihat dipengaruhi minuman keras. Aroma minuman keras merebak kehidung saat para mahasiswa berbicara.
Sekitar pukul 01.30 WIB, mahasiswa Fisipol yang geram akibat gedung mereka dibakar mulai berulah. Sekitar 20 mahasiswa secara sembunyi-sembunyi merangsek masuk melalui Fakultas Pertanian.
Kedua massa saling berhadapan dalam kondisi gelap. Petugas melintangkan kendaraan roda dua mereka di tengah jalan untuk menyinari wilayah persembunyian kedua kelompok mahasiswa. Adu mulut dan teriakan berujung aksi saling lempar batu.
Petugas dan wartawan yang berada di tengah-tengah arena tawuran terpaksa mundur sejenak. Belakangan, Waka Poltabes Pontianak, AKBP Agus Mandarwanto mengambil sikap tegas. Puluhan petugas Brimob, Samapta dan Reserse ia kerahkan untuk mengejar mahasiswa.
Suara tembakan menderu di udara, saling bersahutan. Teriakan petugas bercampur suara tembakan membuat situasi mencekam. Puluhan polisi mengejar mahasiswa hingga semak belukar dan daerah gelap gulita. Beberapa diantaranya berhasil diamankan.
Lantaran jengkel sempat terjadi arogansi petugas. Beberapa mahasiswa yang tertangkap tak luput dari pukulan petugas. "Berhenti, jangan ada yang memukuli," teriak Wakapoltabes mencegah. Situasi baru benar-benar kondusif sekitar pukul 03.00. Dua kubu yang berseteru didesak aparat masuk ke kampus masing-masing. Hingga berita ini diturunkan, puluhan polisi bersenjata lengkap masih mengamankan lokasi kejadian.
Bukan yang Pertama
Kasus pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan mahasiswa khususnya di Universitas Tanjungpura bukanlah kali pertama terjadi. Tawuran kerap terjadi akibat permasalahan sepele yang berujung aksi saling serang dan saling rusak.
Tindak pidana yang muncul dari perbuatan tersebut sama sekali tak pernah terjamah oleh hukum. Bagi mahasiswa Fakultas Teknik, perbuatan tersebut juga bukan pertama kalinya. Beberapa kejadian masih lekat diingatan masyarakat Pontianak.
Pada 2003 misalnya. Fakultas ini terlibat aksi tawuran dengan Fakultas Hukum. Permasalahannya sepele, hanya ketersinggungan kedua pihak saat pelaksanaan ospek mahasiswa baru. Pertikaian berujung pada penganiayaan dan pengrusakan fasilitas kampus.
Kejadian serupa juga terulang beberapa tahun berikutnya. Akibat adu mulut saat pertandingan sepak bola, dua fakultas yang sama kembali bentrok. Bahkan beberapa mahasiswa mengalami luka serius. Anehnya, rektorat berupaya menyelesaikan permasalahan tanpa adanya tindakan penegakan hukum.