Rabu, 15 April 2026

MUI Dukung Gus Ipul Tutup Lokalisasi Gang Dolly

Usulan wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf agar Wali Kota Surabaya Bambang DH segera menutup lokalisasi Dolly dan Jarak direspon positif ketua MUI Jatim KH. Abdussomad Bukhori.

Editor: Iswidodo
TRIBUNNEWS.COM- Usulan wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf agar Wali Kota Surabaya Bambang DH segera menutup lokalisasi Dolly dan Jarak direspon positif ketua MUI Jatim KH. Abdussomad Bukhori.

“MUI sangat mendukung ide Wagub Gus Ipul tersebut,” ujarnya.

KH. Abdussomad Bukhori lebih jelas mengatakan, sebenarnya pemerintah kota (Pemkot) Surabaya bisa mencontoh Jakarta. Menurutnya, Jakarta saja bisa menutup lokalisasi Kramat Tunggal, kenapa Surabaya tidak bisa.

Apalagi, penduduk Surabaya sekitar 96 persen adalah muslim. Selain keberadaanya menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan sosial, juga merusak citra Islam. “Sebenarnya, kita malu jika disindir-sindir Dolly sebagai lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara, terlebih mayoritas penduduknya muslim” terangnya.

Dia menambahkan, MUI sendiri telah lama mengusulkan penutupan tempat itu. Namun, hingga kini, belum mendapat respon serius dari pemkot. Lebih jauh dia mengatakan, penutupan Dolly dan Jarak akan berdampak positif bagi pembangunan kota Surabaya. Sebab, pembangunan ada dua macam; fisik dan non-fisik.

Selama ini, menurutnya, pembangunan fisik kota, seperti reboisasi dan sebagainya berjalan cukup bagus. Namun, pembangunan non-fisik seperti moral belum mendapat porsi signifikan dan hal itu dibuktikan dengan belum ditutupnya lokalisasi Dolly. Dia menambahkan, selama Dolly belum ditutup, maka ancaman degradasi akhlak sangat tinggi.

Menurutnya, lokalisasi kerap menjadi ajang perbuatan kriminal; trafficking, penjualan narkoba, minuman keras dan sebagainya. Karena itu, tidak dipungkiri jika beradaanya akan berekses negatif bagi pertumbuhan moral masyrakat.

Terlebih, menurutnya, Dolly bukanlah lokalisasi. Dinamakan lokalisasi, jika berada jauh dari pemukiman masyarakat. Sedang Dolly berada di tengah perkampungan masyarakat. Jadi, keberadaanya sangat mengganggu.(hid)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved