Selasa, 20 Januari 2026

Penggerebekan Teroris

Sembilan Ormas Diduga Sokong Teroris

Pengamat teroris Dino Cresbon menyatakan selama in

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Pengamat teroris Dino Cresbon menyatakan selama ini ada sembilan organisasi masyarakat (ormas) yang terang -terangan mendukung penuh pergerakan teroris dari puluhan orang yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Aceh, Pejaten, Cikampek, Cawang hingga yang baru saja yang tertangkap di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kesembilan ormas, yakni Islamiah (JI), Jamah Anshoru Tauhid (JAT),  AMIN, NII Non Teritorial, eks Kompak, Wahdah Islamiyah, Jundullah Poso, Abu Sayyaf dan FMIA. Kesembilan Ormas ini mendukung penuh atas pendanaan, kaderisasi, insfrastuktur dan tempat persembunyian anggota teroris.

"Bagaimana tidak jadi lahan subur pergerakan teroris di Indonesia, ada sebilan ormas yang secara jelas mendukung pergerakan teroris di Indonesia," kata Dino Cresbon, di Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Dengan dukungan kesembilan ormas tersebut, masih terbuka jumlah anggota teroris makin bertambah. "Saat ini sudah ada sekitar 56 anggota teroris yang sudah ditangkap di Indonesia," ujarnya.

Para teroris yang telah ditangkap tersebut, langsung atau tidak langsung mereka pernah terlibat dalam pengeboman Hotel JW Mariot di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Para teroris di Indonesia akan terus melancarkan aksinya dengan membuat gerakan di daerah rawan konflik seperti di Papua, Poso, Maluku dan termasuk pergerakan di luar daerah yang rawan konflik, Sumatera Barat.

Berdasarkan pengamatannya, puluhan teroris yang ditangkap di sejumlah tempat punya rencana besar, yakni melancarkan aksi secara terang-terangan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang Jakarta, untuk membebaskan kedua rekannya yakni Rois dan Hasan. Atas komando Rois kepada Saptono dan Maulana (tewas ditembak Densus 88 di Cikampek), anggota terduga teroris itu berencana menabrakkan mobil bom ke LP Cipinang.

Karena itu, kepolisian langsung mengambil langkah antisipatif dengan memindahkan kedua narapidana tervonis mati itu ke LP Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dengan helikopter pada Kamis (13/5/2010).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved