Siapa Inspektur Jenderal Bambang Suparno?
Nama Inspektur Jenderal Bambang Suparno melejit pasca beredarnya rekening gendut enam jenderal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Nama Inspektur Jenderal Bambang Suparno melejit pasca beredarnya rekening gendut enam jenderal. Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane, menyebut Bambang adalah kuda hitam baru calon Kapolri pengganti Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Bambang Suparno masuk dalam delapan nama calon Kapolri. Siapa gerangan sosok jenderal bintang dua itu?
Bambang Suparno adalah Widyaiswara Utama di Sespim Polri, Lembang, Jawa Barat. Sebagai lulusan akademi kepolisian tahun 1980, Bambang termasuk jenderal yang karirnya melonjak cepat.
Sebelum mendapat bintang dua diposisinya sekarang, pada 24 Februari 2010, suami dari Rita, Bambang Suparno ini menjabat sebagai Wakapolda Aceh menggantikan Brigjen Pol Herman Effendi pada 27 Juni 2009. Pada saat dilantik menjadi Wakapolda Aceh itu, pangkat Bambang masih Komisaris Besar.
Karena jabatan barunya sebagai Wakapolda Aceh itu, Bambang otomastis mendapat promosi pangkat yaitu Brigjen dengan bintang satu di pundaknya.
Sebelum dipromosikan sebagai Wakapolda Aceh, Bambang Suparno menjabat sebagai Wakapolda Riau sejak 2 Februari 2009 silam menggantikan Kombes Pol Sjaiful Bahri. Kapolda Riau saat itu adalah Brigjen Hadiatmoko.
Sebelumnya, Bambang Suparno menjabat Kapolwiltabes Surabaya. Dia hanya bertugas selama tujuh bulan di kota pahlawan itu sebelum digantikan Kombes Pol Ronny F Sompie.
Di sinilah prestasi Bambang cukup terlihat. Menggantikan Kombespol Anang Iskandar (sekarang Brigjen) pada Juni 2008, Bambang berhasil mengungkap keberadaan pabrik narkoba di Jemursari yang beromset sekitar Rp 5,7 miliar per tahun.
Dia juga berhasil mengeksekusi kawasan Genting yang sudah sejak 13 tahun masa kepemimpinan Kapolwiltabes sebelum dirinya tak pernah berhasil dieksekusi. Lahan seluas 6,9 hektare di Genting, Asemrowo itu pun berhasil dieksekusi walau menimbulkan dua korban luka berat dan insiden kecil kala itu.
Tapi kasus kejahatan di masa kepemimpinan Bambang juga terbilang marak. Banyaknya kasus perampokan yang terjadi menjadi poin minus bagai kepemimpinan Bambang. Terakhir kasus perampokan yang terjadi adalah dilarikannya brankas berisi uang Rp 50 juta milik PT Gawih Jaya, selaku distributor rokok Wismilak, di kawasan pergudangan di Jalan Tanjung Sari.
Hanya itu rekam jejak Bambang yang terkspos ke publik. Banyak pihak menilai, prestasi jenderal yang dekat dengan BHD itu kurang mengkilat.
Namun, promosi dua kali dalam pangkat jenderal hanya dalam tempo kurang 1,5 tahun dan empat kali promosi dalam dua tahun itu, tak pelak dirinya mengingatkan publik terhadap rekam jejak Bambang Hendarso Danuri sebelum menjadi Kapolri.
Bambang Hendarso Danuri pun dengan cepat merangkak naik tiga kali promosi dalam pangkat jenderal sebelum akhirnya menjadi Kapolri.
Sumber Tribunnews,com menyebutkan bahwa Bambang Suparno juga mempunyai hubungan yang dekat dengan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
Saat Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara, Bambang adalah Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara. Kedekatan itulah yang menguatkan Bambang Suparno diunggulkan menjadi Kapolri pengganti Bambang Hendarso.