Senin, 27 April 2026

Penganiayaan Aktivis ICW

Aktivis ICW yang Dianiaya Getol Ungkit "Rekening Gendut" Polri

Aktivis ICW yang lantang menyuarakan pemeriksaan "rekening gendut" para perwira tinggi Polri, dianiaya sejumlah orang tak dikenal.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tama S Langkun, aktivis yang lantang menyuarakan pemeriksaan "rekening gendut" para perwira tinggi Polri, dianiaya sejumlah orang tak dikenal, Kamis (8/7/2010) pukul 03.45 WIB. Ia diadang sekelompok orang di Jalan Tanjung Barat 3, Jakarta Selatan, seusai nonton bareng pertandingan sepakbola Piala Dunia 2010 bersama temannya.

Ketua Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) ini selama ini dikenal sebagai orang yang aktif mendesak pengusutan rekening perwira tinggi di kepolisian. Selain mendesak pengusutan "rekening gendut" perwira tinggi Polri yang diberitakan majalah Tempo, Tama juga mengungkap "rekening gendut" senilai Rp 95 miliar milik Brigadir Jenderal BG.

Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Ronald, rekan Tama, mengatakan, kondisi Tama saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Asri di Jakarta Selatan. "Ada luka sobek yang harus dijahit. Saat ini masih dijahit oleh dokter," kata Ronald kepada Tribunnews.com, saat dihubungi melalui selulernya.

Dikatakan Ronald, pihaknya belum dapat memastikan apakah akan melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib atau tidak. "Kita tunggu saja hasil pemeriksaan (dokter)," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved