Penganiayaan Aktivis ICW
DPR Janji Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Tama
Wakil Ketua DPR/MPR, Lukman Hakim Syaifudin, berjanji membentuk tim pencari fakta kasus penganiayaan Tama S Langkun.
Janji Lukman itu dismpaikan langsung oleh Lukman kepada Tama saat menjengkuk tama, Minggu (11/7/2010), di RS Asri, Duren Tiga, Jakarta.
Lukman yang menjenguk Tama di ruang Gladiola 206, RS Asri sekitar pukul 10.37 Wib. hadir saat itu sejumlah sanak keluarga Tama.
Di depan Tama dan keluarganya, Lukman mengatakan, pihaknya memberikan kesmepatan kepada penyidik polisi untuk mengusut kasus Tama itu.
Namun, jika dalam satu dua minggu ke depan, tidak ada kemajuan dalam penyelidikan dan penyidikan maka pihaknya akan membentuk tim independent untuk mengusut kasus ini.
"Nanti kita lihat satu dua minggu kedepan, apa ada kemajuan dalam pengusutan kepolisian, bila tidak nanti akan kita bentuk tim independent untuk mengusut kasus ini," janji Lukman kepada Tama.
Ditemui oleh wartawan usai menjenguk Tama, Lukman mengatakan, tim itu serupa dengan Tim Pencari Fakta Munir. Tim akan bertugas mencari pihak yang paling bertanggung jawab terhadap penyerangan Tama.
"Sangat memprihatinkan ada aktivis anti korupsi yang mengalami perlakuan seperti ini. Ini pertaruhan, kita lihat satu dua minggu ke depan apa polisi serius atau tidak, apa ada progres signifikan. Bila tidak, akan dibuat tim independen untuk mengungkapkan kasus ini," tandasnya.