Sabtu, 25 April 2026

Presiden SBY Pertimbangkan Protap Baru

Pemerintah kini sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan prosedur tetap (protap) baru

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah kini sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan prosedur tetap (protap) baru dalam menanggapi cuhat Hendra NS yang dimuat di Harian Kompas beberapa waktu lalu terhadap iring-iringan pengawal Presiden SBY. Hal ini dikatakan juru bicara presiden, Julian Pasha kepada wartawan di Istana Negara, Senin (19/7/2010).

Julian menegaskan, investigasi terkait insiden yang diungkapkan Hendra NS, hingga kini masih terus dilakukan. Dikatakan,  oknum yang diduga melakukan tindakan arogran terhadap Hendra NS juga masih  berlangsung. Selain itu, koordinasi juga dilakukan untuk mempertimbangan protap yang lain terhadap Presiden SBY.

Koordinasi gabungan, imbuh Julian,  diikuti oleh Sekretaris Militer (Sekmil). Kemudian,  Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), dan Patwal.

"Dan tentunya, kita sedang mencari yang terbaik. Dan apa hasilnya internalnya, saya belum mengetahui," kata Julian seraya menyatakan, tidak dapat memastikan apakah oknum itu akan diberhentikan atau tidak.

Julian kemudian mengiyakan, saat ditanya wartawan apakah protap baru pengawalan presiden, salah satunya dengan menggunakan helikopter bila pulang ke Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

"Itu juga (menggunakan helikopter)  salah satu opsi. Kita nanti akan melihat bagaimana yang terbaik. Yang jelas, nanti hasilnya akan menjadi kebijakan bagi pengamanan Presiden ke depan. Mudah-mudahan saja tidak lama," demikian Julian Pasha.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved