Selasa, 7 April 2026

Harry Tak Setuju Gaji DPR RI Dipotong Gara-gara Absen

Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Azis, tidak setuju adanya rencana pemotongan uang tunjangan

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Azis, tidak setuju adanya rencana pemotongan uang tunjangan Anggota DPR RI hanya dilihat dari absensi. Menurut Harry, seharusnya penilaiaan tidak dilihat dari absensi tetapi dari hasil kinerja.

"Kita bukan karyawan birokrasi, sehingga tidak perlu melihat kinerja kami dari absensi saja, tetapi lebih subtansi dengan menilai kinerja anggota DPR RI di daerah Dapil masing-masing," kata Harry saat ditemui di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Senin (26/7/2010).

Menurutnya absensi tidak penting tapi yang terpenting adalah pencapaian target-target individu dari masing-masing anggota DPR RI. "Mengenai penilaian kinerja, harusnya bukan bicara masalah absensi karena di DPR RI ini bukan hanya melihat kebutuhan fisik saja, tapi lihat pencapaiaan target-target mereka. Bila pimpinan DPR masih berfikiran seperti itu maka DPR akan tetap seperti itu," jelasnya.

Selain itu, DPR pun belum tahu bagaiman merumuskan kinerja itu seperti apa. "Perlu ada Undang-undang yang mengatur reward and punishment, bagaimana penilaiaanya? Itu masih belum ada," katanya.

Menurutnya tidak fair apabila setiap Anggota DPR RI dinilai sama dengan absensi. Banyak anggota DPR RI yang menggunakan fikirannya untuk kepentingan daerah pemilihannya.

"Mengenai kualitas jangan semua disamakan, seharusnya penilaiaan dilakukan secara fraksi partai dan komisi, juga individu. Tidak fair bila penilaian seperti itu disamakan, bisa dalam bentuk fraksi," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved