Penggerebekan Teroris

Tetangga Terduga Teroris Masih Ketakutan

Euis Komariah masih merasa lemas akibat kejadian yang baru saja menimpa dirinya saat penggerebkan teroris, Sabtu (7/8).

zoom-inlihat foto Tetangga Terduga Teroris Masih Ketakutan
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
SISIR WILAYAH- Anggota Densus 88 Anti Teror, bersama anggota Polda Jabar, dan Tim dari Mabes Polri, menyisir wilayah sekitar kontrakan milik Joko, yang didiami Fachri (tersangka teroris) bersama dua orang temannnya, Sabtu (7/8/2010) di Kampung Sukaluyu, RT 02 RW 12, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kabupaten Bandung.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG  - Euis Komariah (29), warga Kampung Sukaluyu RT 02/12, Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, mengaku masih merasa ketakutan, bahkan trauma atas kejadian yang baru saja menimpa dirinya pada Sabtu (7/8) kemarin, ketika Tim Densus 88 Antiteror menyerbu masuk ke halaman rumahnya untuk menangkap tiga teroris.

Kepada Tribun yang menyambanginya hari ini, Minggu (8/8/2010) Euis mengungkapkan, ia tidak menyangka penggerebekan teroris yang terjadi Sabtu kemarin, terjadi di sebelah rumahnya. "Saya nggak nyangka ada teroris bersembunyi di sebelah rumah saya," kata Iis.

Iis menceritakan, Sabtu itu, sekitar pukul 11.00 WIB, Iis sedang bersama anaknya, Fadil (3). Suaminya, Bawono Hadi Prayitno (33), tidak ada di rumah karena sedang bekerja.

Tiba-tiba saja, ia mendengar suara genting atap dapur rumahnya pecah. "Saya kira tadinya ada gempa, dan seperti ada orang yang berlari di atas genting rumah saya. Mungkin dia terperosok saat mau kabur lewat atap rumah saya kemarin. Lihat saja, beberpa genting dan atap rumah saya jebol," ujar Euis sambil menunjuk ke atap dapurnya yang jebol.

Belum hilang rasa kaget Euis saat itu, tiba-tiba beberapa orang yang kemudian diketahui sekelompok Densus 88 masuk ke rumahnya dan meminta dirinya segera keluar dari rumah. "Karena saya takut, saya ikut aja kata mereka. Katanya mau menangkap teroris," ujar dia.

Euis masih bingung dengan apa yang terjadi. Semenjak itu, kata Euis, hingga malam harinya, ia tidak boleh masuk ke rumah. Karena setelah berhasil menangkap teroris di samping rumahnya, malam harinya Densus 88 meledakkan sisa bom yang ada di rumah samping miliknya yang dihuni teroris.

Baru Minggu (8/8) pagi, Euis diperbolehkan pulang dan mengisi rumahnya kembali oleh petugas. Saat itulah dia benar-benar bisa melihat dengan jelas atap dapur rumahnya jebol bersama beberapa genting luar bekas diinjak secara sengaja oleh seorang terduga teroris yang kemudian diketahui bernama Hamzah yang hendak kabur lewat genting rumahnya.

Namun hingga siang tadi, menurut Euis, keluarganya belum membereskan atap yang jebol itu. "Nggak tahu gimana nanti lah," katanya.

Menurut pantauan Tribun, masih banyak warga yang merasa penasaran dengan terjadinya penggerebekan teroris di sebuah rumah Kampung Sukaluyu RT 02/ 12, Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Sabtu (7/8) siang. Warga yang berdatangan tidak hanya warga sekitar, tapi juga dari wilayah lain yang ingin menyaksikan peristiwa yang menghebohkan itu.(*)

Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved