Reshuffle Kabinet
Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet Prabowo: Pengamat Sebut Suara Kritis Buruh Terancam Meredup
Istana dan Said Iqbal beri sinyal kuat bahwa Presiden Partai Buruh tersebut sedang digodok untuk masuk kabinet Prabowo di sektor ketenagakerjaan.
Ringkasan Berita:
- Istana dan Said Iqbal beri sinyal kuat bahwa Presiden Partai Buruh tersebut sedang digodok untuk masuk kabinet Prabowo di sektor ketenagakerjaan.
- Pengamat menilai masuknya Said Iqbal mumpuni untuk akomodasi isu pekerja, namun berisiko mereduksi daya kritis pergerakan buruh nasional.
- Perombakan kabinet diprediksi menyasar pos kosong peninggalan Silmy Karim, kursi Dewan Buruh, serta pelantikan Kepala BGN Nanik S. Deyang pada 8 Juni.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai masuknya Presiden Partai Buruh Said Iqbal ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpotensi membawa dampak positif sekaligus konsekuensi politik bagi gerakan buruh.
Menurut Agung, dari sisi kapasitas dan pengalaman, Said Iqbal merupakan figur yang sangat memahami persoalan ketenagakerjaan dan memiliki basis dukungan kuat di kalangan pekerja.
"Secara kualitas mumpuni karena selama ini bertungkus lumus dengan isu perburuhan dan memiliki basis kuat untuk memudahkan pemerintah mengakomodasi kepentingan buruh," kata Agung dalam pesan yang diterima Tribunnews, Jumat (5/6/2026).
Namun, Agung menilai terdapat sisi lain yang perlu menjadi perhatian apabila tokoh buruh tersebut benar-benar bergabung ke dalam pemerintahan.
Menurut dia, kehadiran Said Iqbal di lingkar kekuasaan berpotensi mengurangi daya kritis gerakan buruh terhadap kebijakan pemerintah.
"Namun sisi negatif bila Said Iqbal masuk, tentu narasi kritis kaum buruh tereduksi," ujarnya.
Agung mengatakan, selama ini Said Iqbal dikenal sebagai salah satu representasi utama gerakan buruh nasional yang kerap menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan pekerja.
Karena itu, perubahan posisi dari luar menjadi bagian dari pemerintahan dapat memengaruhi dinamika hubungan antara pemerintah dan kelompok buruh.
Terkait isu perombakan kabinet, Agung melihat terdapat dua skenario yang mungkin dilakukan Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
Skenario pertama adalah reshuffle terbatas yang hanya berfokus pada pengisian jabatan yang kosong, termasuk posisi yang ditinggalkan Silmy Karim serta pelantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Ada dua kemungkinan. Pertama reshuffle terbatas khusus untuk mengisi posisi yang kosong yang ditinggalkan Silmy sekaligus melantik Nanik sebagai Ketua BGN baru," katanya.
Sementara skenario kedua adalah reshuffle yang lebih luas dengan turut mengganti sejumlah anggota kabinet serta mengisi posisi yang berkaitan dengan representasi buruh di pemerintahan.
"Selain mengisi posisi kosong Silmy dan melantik Nanik, juga turut mengganti anggota kabinet termasuk mengisi posisi Dewan Buruh," kata Agung.
Sebelumnya, Said Iqbal saat dikonfirmasi wartawan tidak membantah isu dirinya akan masuk ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden ya bang," kata Said Iqbal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Partai-Buruh-Said-Iqbal-04856.jpg)