Kerusuhan Buol
Polri Bantah Kashmir Tewas Dianiaya Polisi
Mabes Polri membantah penyebab kematian Kashmir, seorang tukang ojek yang ditahan di Polsek Biau, , tewas karena dianiaya polisi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri membantah penyebab kematian Kashmir, seorang tukang ojek yang ditahan di Polsek Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, tewas karena dianiaya oleh anggota kepolisian.
"Hasil pemeriksaan luar sementara oleh Dr Elli di Rumah Sakit Buol,
tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Kadiv
Humas Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu
(1/9/2010).
Namun hasil otopsi sementara itu, menurut Iskandar, tidak dipercaya
dan diterima masyarakat hingga mereka akhirnya melakukan pelemparan
setelah menerima isu bahwa Kashmir yang ditahan sejak 30 Agustus itu
meninggal karena dianiaya.
"Polisi bela diri dan terjadi salah sasaran, akibatnya meninggal lima orang. Semuanya laki-laki," katanya. Iskandar mengakui jika dari hasil penyelidikan sementara, dari kelima korban, ada korban yang tewas karena terkena tembakan.
"Ada yang kena tembakan. Namun apa seluruhnya kena tembakan atau
lain-lain, kita tunggu hasil visum," tuturnya. "Pertama, Arfan Salatea,
Ridwan, Ling, Amran, satu korban belum jelas identitasnya," ucapnya menyebut identitas korban.
Selain korban tewas, terdapat korban luka-luka yang 17 di antaranya anggota polisi. Akibat peristiwa penyerangan tersebut, seluruh kaca kantor Polsek Biau pecah. (Tribunnews.com/Roy)