Kamis, 11 Juni 2026

Kasus Korupsi di BGN

Kejagung Didesak Jamin Keamanan HP Sony Sonjaya, Ada Jejak Chat Lobi Proyek 10 Dapur Per Yayasan

HP tersebut diyakini menyimpan seluruh rekam jejak digital komunikasi lobi-lobi proyek pendirian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang: | Diperbarui:
Ringkasan Berita:
  • Elza Syarief mendesak Kejaksaan Agung menjaga keamanan ponsel milik Sony Sonjaya yang disita sebagai barang bukti.
  • Menurut Elza, ponsel tersebut menyimpan rekam jejak komunikasi terkait lobi proyek dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk permintaan alokasi hingga 10 dapur untuk satu yayasan.
  • Ia meminta proses forensik digital dilakukan secara transparan dan data dalam ponsel dijaga keasliannya karena dianggap penting untuk mendukung penyebaran kasus.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Alat bukti berupa telepon seluler (HP) milik mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya kini menjadi barang bukti paling krusial yang disita oleh penyidik Kejaksaan Agung.

HP tersebut diyakini menyimpan seluruh rekam jejak digital komunikasi lobi-lobi proyek pendirian
dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Khawatir akan potensi hilangnya alat bukti penting tersebut, Kuasa Hukum Sony Sonjaya yakni Elza Syarief secara terbuka mendesak Kejaksaan Agung untuk menjamin keamanan fisik dan data digital di dalam gawai kliennya tersebut agar tidak dihapus atau dimanipulasi.

"Data di dalam HP itu adalah kunci utama untuk membongkar kasus ini. Di sana ada percakapan langsung dari orang-orang yang meminta jatah dapur MBG kepada Pak Sony. Bahkan, ada yang meminta jatah hingga 10 titik dapur untuk satu yayasan saja," beber Elza saat wawancara khusus bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, dalam program On Focus, Selasa (9/6/2026).

Elza mengemukakan bahwa Sony belum sempat mendokumentasikan atau membuat salinan cadangan (backup) dari seluruh isi percakapan tersebut sebelum dijemput paksa oleh penyidik kejaksaan.

Oleh sebab itu integritas Kejaksaan Agung kini dipertaruhkan dalam menjaga keaslian barang bukti digital tersebut.

Percakapan di dalam HP tersebut memuat interaksi intensif antara Sony dengan berbagai pihak yang mencoba mengintervensi penentuan lokasi Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Jejak obrolan tersebut akan menjadi bukti pelengkap yang tak terbantahkan guna mencocokkan pengakuan Soni mengenai 26 nama yang telah diserahkan dalam BAP.

Lebih lanjut, Elza menekankan pentingnya transparansi penyidik dalam mengoperasikan alat bukti digital ini.

Ia meminta agar proses forensik digital terhadap HP tersebut dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh penasihat hukum guna menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat.

"Ini adalah tanggung jawab moral Kejaksaan Agung. Kami dari tim hukum juga telah bersurat kepada LPSK agar mendesak perlindungan terhadap seluruh barang bukti yang terkait langsung dengan kesaksian Pak Sony selaku justice collaborator," pungkasnya.

Kasus Sony Sonjaya

  • Kasus yang menimpa Sony adalah dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
  • Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama Dadan Hindayana (eks Kepala BGN) dan Lodewyk Pusung (eks Wakil Kepala BGN).
  • Sony kini mengajukan diri sebagai Justice Collaborator dan menyerahkan lebih dari 20–26 nama pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini.
  • Modus dugaan korupsi dengan menggunakan yayasan terafiliasi sebagai mitra penyedia barang/jasa ( SPPG ), melakukan intervensi proyek, dan mark-up harga.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved