Indonesia dan Malaysia Memanas
Ada Pihak Ketiga Sengaja Ciptakan Konflik
Memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia disinyalir ada pihak ketiga yang sengaja menciptakan konflik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia disinyalir ada pihak ketiga yang sengaja menciptakan konflik tersebut. Demikian Wawan Purwanto pengamat intelijen mencermati kondisi terkini.
"Cuma kita kan tidak bisa mengukur itu saja. Namanya bertetangga tentu akan muncul gesekan-gesekan dan yang paling utama kalau ada pihak ketiga yang memancing Indonesia-Malaysia berbenturan. Dan indikasinya sudah mulai ada" kata Wawan Purwanto di Jakarta, Rabu (8/9/2010) malam.
Tujuan dari pihak ketiga memancing konflik adalah untuk meraih keuntungan di bidang ekonomi.
"Karena kita nggak bisa hanya melihat yang tampak di permukaan saja, tapi yang tampak memang bikin geregetan," imbuhnya.
Hal hal begitu hanya disadari dan diketahui oleh segelintir orang saja yang memang benar-benar mendalami masalah krusial ini. Seakan akan Indonesia dengan Malaysia terjadi benturan, padahal ada yang bermain di balik itu semua.
"Kita lihat dalam 2-3 minggu ke depan, di situ mulai tampak progres. Ternyata di balik ini semua ada permainan" jelasnya. Tidak hanya dengan Malaysia, tapi konflik ini juga diciptakan dengan negara tetangga lain.
"Selama kita tidak terpancing maka Insyaallah tidak terjadi bencana (konflik) itu. Tapi kalau sampai kita terpancing, masuk ke dalam perangkap mereka. Dan itu sangat merugikan. Ini nanti akan diupayakan, meski secara bertahap, ada apa di balik ini semua. Ada yang menciptakan benturan itu. Dan itu cenderung pada politik ekonomi" tandasnya
Menurutnya, ini secara bertahap nantinya akan terkuak pelan-pelan. Saat ini, Wawan mengaku masih dalam proses penelitian. Ia mengatakan perlu suatu kebesaran jiwa, pemikiran yang jernih, dan pemikiran yang jauh ke depan.
"Tidak dalam rangka gengsi-gengsian. Tidak dalam kerangka panas-panasan sesaat. Karena ini akan terus terjadi. Semuanya itu by design. Ini yang kita pikirkan supaya masyarakat kita paham dan lebih waspada untuk tidak terpancing," pungkasnya. (*)