Rabu, 10 Juni 2026

Perampokan Bank Niaga Medan

Perampok Jadikan Anak-anak Sebagai Pagar Hidup

Dani alias Ajo dan Deni alias Yuwantoro ditembak mati karena menggunakan ibu-ibu dan anak-anak sebagai pagar hidup untuk melindungi diri.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memastikan, enam orang pria yang diringkus Tim Detasemen Khusus 88 Anti-Teror dalam drama penggrebekan di tiga lokasi berbeda, Minggu (19/9), adalah pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Aksara, 18 Agustus lalu. Tiga dari enam tersangka tersebut berhasil diringkus hidup-hidup. Sedangkan tiga lainnya tewas saat dilakukan penangkapan.

"Kita sudah berhasil meringkusnya, dan tiga tewas di tempat," kata BHD dalam paparannya kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (20/9/2010) malam.

Tersangka Dani alias Ajo dan Deni alias Yuwantoro ditembak mati karena melawan dan menggunakan ibu-ibu dan anak-anak warga setempat sebagai pagar hidup untuk melindungi diri. Seorang lainnya, Ridwan alias Iwan ditembak karena memiliki bahan peledak peledak jenis Trinitrotoluena (TNT) 1,5 Kg lengkap dengan rangkaiannya, dan sempat melakukan perlawanan.

Keenam tersangka yang diringkus adalah J alias S alias AA, kelahiran Sei Nagka Medan tahun 1979, warga Simpang tiga Leman, Simpang Kawat, Asahan. Tersangka KG alias AY, kelahiran Medan tahun 1964, warga Jl Bahagia Gg Sehat Desa Bunga Tanjung, Tanjung Balai. Dari tangan mereka disita 1 pistol warna perak, nomor seri lengkap, 1 magazen, satu pistol warna hitam kaliber 45, dan satu unit AK 56 beserta delapan butir peluru kaliber 45, enam butir peluru 9 mili dan lima butir peluru AK 56.

Selanjutnya D alias A warga Desa Batu Tiga Tanjung Balai, tertembak dan tewas di TKP Jl Bahagia Tanjung Balai. Y alias W alias Deni alias R kalahiran Nganjuk 1960 warga Desa Joyo Surat Pasar Kliwon, Solo, tewas di TKP Jl Bahagia Gg Sehat Tanjung Balai.

Selain itu di tempat berbeda juga diringkus M alias Wak Nong alias Wak Geng kelahiran Belawan tahun 1971 warga Dusun VI Pangkalan Agas Hamparan Perak, dan SS alias US kelahiran Medan 1989 warga Pondok Pasulo Serdang Bedagai. Dari tangan mereka disita 98 butir peluru kaliber 38 mili.

Petugas juga melakukan penggerebekan di Dusun Kota Rantang yakni R alias I. Tersangka tewas setelah tertembak di TKP. Dari tangannya polisi menyita satu batang TNT seberat 200 gram, bongkahan warna hitam dan bongkahan warna putih.

"Keenam tersangka ini adalah pelaku perampokan Bank CIMB Niaga," kata BHD.

Pada hari yang sama, lanjut dia, pihaknya juga menangkap 12 teroris lainnya yakni di Jalan Bilal yakni BKR alias A alias AJ alias I kelahiran Majalengka tahun 1975, warga Jl Dr Harun I Lk I, Kelurahan Kota Baru Bandar Lampung. AS alias S kelahiran Tanjung Karang tahun 1980 warga Jl Imam Bonjol, Kelurahan Gedong Air Bandar Lampung. K alias H kelahiran Medan tahun 1967, warga Jl Hasanuddin Hamparan Perak. Dari tangan mereka disita satu pistol buatan Pindad P1 nomor seri lengkap beserta 14 butir peluru 9 mm.

Dalam penggerebakan di Warnet Artanet di Jl Ngumban Surbakti, pihaknya meringkus AS alias G kelahiran Karang Anyer tahun 1985, warga Kelurahan Lorong, Karang Anyer Jawa Tengah. B alias B kelahiran Surabaya 1980 warga Desa Kalen Kecamatan Kedompreng, Lamongan Jawa Timur.

Pada jam yang sama juga ditangkap gembong teroris di Warnet Serasi Jl Djamin Ginting Medan yakni N alias N alias A Bangil warga Jawa Timur, dan S alias AI alias AM alias A kelahiran Magelang 1952 warga Jl Tembus Kecamatan Sawangan, Jawa Tengah.

Petugas juga menggerebek di Warnet Kendari, dalam penggerebakan itu diamankan FRA alias E alias P kelahiran Rumbai 1988 warga Jl Hibrida Kecamatan Mandau Bengkalis. FRA kelahiran Binjai 1985, warga Jl Panduan Stabat Langkat.

Hari yang sama Tim Densus juga melakukan penggerebekan di Bandar Lampung, dan menangkap W alias P (31) warga Jl Imam Bonjol, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, dan HK alias A alias AS kelahiran Tanjungkarang 1985 warga Jl Imam Bonjol, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

"Saya datang terkait kasus perampokan 18 Agustus lalu. Saya perlu sampaikan terbuka agar tidak ada simpangsiur informasi mengenai apa yang dilakukan Densus. Ini bukan intervensi yang dilakukan Mabes terhadap Polda Sumut," kata Bambang.

Menurutnya, pengejaran terhadap pelaku perampokan Bank CIMB Niaga tersebut karena kasus itu terkait kasus latihan militer di Cijanto, Aceh, beberapa waktu lalu. "Ini berkaitan dengan kasus terorisme dan masih terkait dengan jaringan di Bandung. Dan ini juga erat kaitannya dengan sejumlah kasus perampokan di Sumut, tidak hanya kasus CIMB Niaga," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved