Kamis, 22 Januari 2026

Bentrok di PN Jaksel

Kelompok Ambon Mengaku Diserang

Kelompok Ambon menuduh kelompok Flores yang memulai bentrok, sehingga terjadi ricuh dan

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok Ambon menuduh kelompok Flores yang memulai bentrok, sehingga terjadi ricuh dan melahirkan korban tewas dari kedua belah pihak. Pasalnya, kelompok Ambon yang berada di dalam Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hanya menunggu sidang.

"Kita anak-anak sedang menunggu sidang kasus Blowfish, sidang kelanjutan kemarin. Tiba-tiba mereka datang, diduga kelompok Flores dengan tiga bus metro mini," ujar salah satu tokoh pemuda Maluku Tenggara Nus Kei kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (29/9/2010).

Menurut Nus Kei, begitu kelompok Flores turun dari tiga Kopaja, mereka yang diperkirakan berjumlah ratusan langsung mencabut pistol dan parang. Mereka pun langsung mengarahkan tembakkan kepada anak-anak.

Katanya, "Yang pasti mereka yang bermasalah dengan saya di Blowfish."

Dikatakannya, kelompoknya dipastikan tewas satu orang karena langsung ditembak di tempat. Katanya, "yang meninggal namanya Jacko, tertembak di mata kanan. Kita ini datang untuk mengikuti sidang. Kita ikutin sidang pengadilan lanjutan Rabu yang lalu."

Ia melanjutkan, bahwa kelompok Flores langsung memotong-motong dengan parang. Ia tidak tahu berapa korban jatuh dari pihak lawannya, kelompok Flores. Tapi ia memastikan kurang lebih fihak Flores membawa 10 pucuk senjata yang diduga rakitan.

Nus Kei mengaku tak bermasalah dan meminta pihak kepolisian harus bertindak mencari mereka karena sudah menggunakan senjata api.

"Orang sipil bawa senjata, lebih dari 10, harus ditangkap, karena kita tidak bikin aksi. Kita bereaksi karena ada anak-anak yang mati. Artinya kita melakukan pembelaan diri," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved