Polisi dan Teroris Baku Tembak di Tebing Tinggi
Kronologi Tiga Hari Penumpasan Empat Teroris (1)
Jajaran Kepolisian wilayah Sumatera Utara Polisi hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk menumpaskan empat anggota teroris.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga hari. Itulah waktu yang dibutuhkan jajaran kepolisian di daerah wilayah hukum Sumatera Utara untuk menumpaskan empat anggota kelompok teroris yang terkait perampokan Bank CIMB Niaga Medan dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak Deli Serdang.
Jika mau dirunut kebelakang, terdapat tujuh hari yang diberikan oleh kelompok teroris bersenjata bagi kepolisian untuk menangkap mereka. Mengapa begitu? Adalah laporan warga masyarakat yang diterima Polresta Tebing Tinggi yang menjadi acuan hitungannya.
Pada Minggu (26/9), masyarakat di Desa Bulu Duri Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai menginformasikan adanya kegiatan dan keberadaan sekelompok orang tak dikenal (OTK) membawa bungkusan yang diduga senjata api jenis AK dan FN.
Berdasar informasi itu, Polresta Tebing Tinggi menerjunkan anggota intelijennya ke lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian komplotan tersebut.
Pada Kamis (30/9) sekitar pukul 10.00 WIB, intelijen Polresta Tebing Tinggi mendapatkan informasi bahwa 14 OTK menuju Kota Tebing Tinggi dengan mengendarai tujuh sepeda motor. Polisi pun segera melakukan pengejaran.
Menurut rilis resmi Polri yang diterima Tribunnews.com, saat di depan pintu masuk Desa Brohol, polisi mengadang ke-16 OTK. Namun, komplotan ini rupanya mengetahui aksi pengejaran anggota kepolisian yang mengendarai mobil Kijang kapsul biru bernopol B 1712 EY. Saat itu, seorang dari OTK mengeluarkan senpi jenis FN yang diarahkan kepada Briptu E Malau. Bripka Budi Ilham yang mengetahui aksi OTK tersebut langsung merespons dengan mengeluarkan tembakan peringatan.
Kelompok OTK tidak melanjutkan aksi konfrontasi mereka dengan polisi kala itu. Mereka memilih melarikan diri secara berpencar ke arah Dolok Masihol. Sedangkan satu sepeda motor yang dikendarai OTK tersebut melaju ke arah Komplek Perumahan BP 7 Kota Tebing Tinggi. Polri sendiri melansir pelaku yang mengendarai tiga unit sepeda motor melarikan diri ke arah Tebing Tinggi, sedang lainnya berpencar ke Brohol Sergai dan sekitaran Dolok Masihol.
Saat melarikan diri ke Dolok Masihol, satu motor Yamaha RX King BK 4780 FS yang digunakan kelompok OTK itu mogok karena kehabisan bahan bakar. Motor itu pun ditinggalkan dan OTK itu merampas motor Yamaha Mio milik Tomy Syahputra, warga Desa Payakuruk Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi. OTK sempat meletuskan senjata api laras panjangnya dua kali tanah untuk menakut-nakuti Tomy.
Saat di Simpang Brohol, Kecamatan Dolok Masihol, komplotan ini akhirnya terlibat baku tembak dengan polisi. OTK memberondong anggota kepolisian yang berada di mobil Kijang kapsul milik Kapolsek Dolok Masihol. Beberapa bagian mobil tersebut terlihat berlubang terkena tembakan OTK. Kapolsek Dolok Masihol yang turut dalam baku tembak selama sekitar 10 menit itu pun berhasil menembak perut seorang anggota kelompok tersebut. Namun, OTK yang terkena tembakan itu berhasil kabur karena dibantu rekan-rekannya. Mereka melarikan diri secara berpencar memasuki areal perkebunan sawit guna menyulitkan polisi melakukan pengejaran.(bersambung)