Minggu, 14 Juni 2026

Polisi dan Teroris Baku Tembak di Tebing Tinggi

Kronologi Tiga Hari Penumpasan Empat Teroris (2)

Pada Jumat (1/10), Polda Sumut menurunkan personel Brimob untuk mengejar komplotan bersenjata di Desa Pekan Kamis, Dolok Masihol.

Tayang:
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah baku tembak selama 10 menit di Simpang Brohol, Kecamatan Dolok Masihol, Kamis (30/9) malam, komplotan bersenjata berhasil meloloskan diri dengan cara berpencar memasuki areal perkebunan kelapa sawit.

Pada Jumat (1/10), Polda Sumut menurunkan personel Brimob untuk membantu pengejaran terhadap orang tak dikenal (OTK) ke Desa Pekan Kamis dan Padangbaru, Kecamatan Dolok Masihol, setelah mendapatkan informasi para OTK bersembunyi ke sana. Kapolda Sumut Irjen Oegroseno juga turun ke lokasi penyisiran.

Namun, ratusan personel dari berbagai satuan yang dikerahkan dalam penyisiran ke dua lokasi itu belum berhasil menemukan para OTK yang berjumlah 14 orang itu. Pantauan Tribun yang berada di lokasi penyisiran kala itu, rumah yang dijadikan OTK sebagai persembunyian di Kongsi Anam dan Pekan Kamis, telah ditinggalkan sebelum polisi tiba. Untuk diketahui, Kongsi Anam hanya berjarak tiga kilometer dari Pekan Kamis, lokasi terjadinya baku tembak OTK versus polisi.

"Kami konsolidasi lagi, menunggu instruksi lebih lanjut," ujar personel polisi yang ikut dalam tim ini kala itu saat ditanya rencana kepolisian selanjutnya.

Setelah menghubungi komandannya, tim yang terdiri dari 31 orang Samapta Polres Deli Serdang ditambah lima personel Brimob dan dua anjing pelacak satuan lainnya ini pun meninggalkan Kongsi Anam menuju Polsek Dolok Masihul.

Mereka (polisi) lebih memilih menurunkan tensi perburuan dan penyisiran sembari terus memantau perkembangan informasi dan situasi sekitar lokasi penyisiran dan penindakan. Hingga Jumat dinihari, polisi hanya mendapatkan lima unit sepeda motor milik komplotan OTK tersebut.

Perburuan dilanjutkan pada Jumat siang. Penyisiran dilakukan di Kecamatan Bandar Kahlifa, dan areal perkebunan kelapa sawit Dolok Masihol yang diyakini sebagai tempat persembunyian para OTK yang kemudian dipastikan sebagai kelompok teroris.

Di Kecamatan Bandar Khalifa, aparat kepolisian menemukan 200 peluru aktif yang ditinggalkan komplotan perampok. Bersama peluru tersebut, polisi juga menemukan satu unit sepeda motor jenis Honda Supra X, helm, baju, celana, dan pakaian dalam. Tak puas sampai di sana, penyisiran terus dilakukan di sekitar Bandar Khalifa.

Sementara itu, ratusan polisi dari Polresta Serdang Bedagai dan Polresta Tebing Tinggi juga menyusuri areal perkebunan sawit di Dolok Masihol. Beberapa ekor anjing pelacak juga diturunkan untuk memudahkan pencarian pelaku. Sedangkan petugas Satlantas menggelar razia di ruas jalan provinsi untuk mempersempit gerak para teroris.

Saat itu, polisi mempercayai sebanyak 10 anggota kelompok teroris masih berada di Kecamatan Dolok Masihol. Sedangkan dua orang diduga melarikan diri ke Kecamatan Bandar Kahlifa. Perburuan hari itu juga berakhir nihil. Tak ada teroris yang berhasil dilumpuhkan.(bersambung)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved