Polisi dan Teroris Baku Tembak di Tebing Tinggi
Polri: Senjata Immanuel Dipakai Saat Penyerangan Mapolsek
Senjata Immanuel digunakan Taufik dalam penyerangan Mapolsek Hamparan Perak yang menewaskan tiga anggota polisi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Senjata M-16 milik almarhum Briptu Immanuel ternyata tak hanya digunakan Taufik Hidayat untuk menembaki polisi dalam kontak senjata antara kelompok bersenjata dengan polisi di Dolok Masihol, Serdang Bedagai. Senjata Immanuel juga dipastikan Polri digunakan Taufik dalam penyerangan Mapolsek Hamparan Perak yang menewaskan tiga anggota polisi itu.
"Indikasinya berdasarkan hasil scientific senjata api M-16 yang ditemukan dari Taufik (pelaku), ternyata identik dengan yang telah digunakan untuk menyerang 3 petugas di Polsek Hamparan Perak dan perampokan CIMB Niaga," ujar Wakadiv humas Polri Brigjen Ketut Untung Yoga Ana di Mabes Polri Jakarta, Selasa (5/10/2010).
Kepastian itu, kata Yoga, didapat setelah Polri memeriksa peluru yang bersarang di tubuh tiga anggota polisi yang tewas di Mapolsek Hamparan Perak, di tubuh Briptu Immanuel, dengan peluru M-16 yang disita Polri dari tangan Taufik. "Setelah dicek dengan peluru, identik. Jadi di tubuh almarhum Immanuel Simanjuntak juga ada peluru itu. Setelah (Immanuel) ditembak menggunakan AK 56, pelaku (Taufik) merampas M-16 (Imanuel) lalu ditembakkan lagi ke korban," beber Yoga.
Oleh karenanya, Polri meyakini dan memastikan adanya hubungan langsung antara perampokan Bank CIMB Niaga Medan, penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, dan kelompok bersenjata di Dolok Masihol.
Menurut Yoga, senjata M-16 itu dan juga senjata-senjata lain yang berhasil disita polisi dari kelompok bersenjata, seperti AK 56, AK 47, pistol jenis FN, dan beberapa amunisi serta magazine, juga dipastikan identik dengan senjata yang dipakai oleh teroris Aceh. "Senjata-senjata ini terkait dengan (teroris) Aceh," ucapnya.(*)