Jumat, 29 Agustus 2025

SBY vs Sultan

Pakar: Harusnya Hasil Rapat Kabinet Redakan Pertarungan

Pakar Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin, berpandangan seharusnya hasil rapat kabinet bisa meredakan pertarungan.

Editor: Kisdiantoro
zoom-inlihat foto Pakar: Harusnya Hasil Rapat Kabinet Redakan Pertarungan
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan Satyalencana Pembangunan di Bidang Pendidikan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2010 dan HUT ke-65 PGRI di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/2010) malam.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin, berpandangan seharusnya hasil rapat kabinet bisa meredakan pertarungan, bukan menimbulkan polemik baru.

Pidato presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harusnya menjadi konsep dalam rapat kabinet. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Dalam rapat kabinet, Gubernur DI Yogyakarta tetap diusulkan untuk dipilih.

"Ini juga bisa menimbulkan inkresi proses legislasi kita, presiden akan dianggap sudah mendikte pembentukan undang-undang di DPR," kata pakar hukum tata negara, Irmanputra Sidin, dalam perspektif Indonesia denga tema RUU DIY : Gagasan, Masalah, dan Solusi, di ruang press room DPD RI, Jakarta, Jumat (3/12/2010).

Menurut Irman seharusnya opsi rapat kabinet itu bisa meredakan pertarungan, sama seperti pidato presiden. Tetapi perbedaan tersebut, akan menjadi peristiwa buruk bagi presiden ke depan.

"Harusnya keputusan rapat kabinet bisa menurunkan suhu perdebatan, tetapi dengan ada pernyataan lain dari hasil rapat kabinet maka suhu akan naik kembali," ujarnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan